Pada bulan Ramadhan ini, dan Ramadhan Ramadhan sebelumnya, banyak penyanyi solo ( Bukan Orang Solo ) dan Grup Band Yang Meluncurkan album ( Katanya ) Religius. Opick, Ungu, Gigi, dan Ebiet G.Ade merupakan contoh kongkrit dari Fenomena ini. Saya sangat tertarik dengan fenomena ini karena dua hal yang selalu saya pertanyakan. Yang pertama, Apakah lagu religius itu harus mencerminkan simbol simbol agama ?, dan yang kedua, Apakah benar lagu religius itu harus mengandung Lirik yang berasal dari Ayat ayat Al Qur’an dan Kata kata Hadist, ataukah harus mengandung syair syair dari Baghavad Gita dan Upanishad, ataukah harus mengandung Pasal Pasal dari Injil, ataukah harus mengandung Sloka Sloka dari Tripitaka ?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya ditelusuri dulu definisi dari Kata “Religius” itu Sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, re·li·gi·us /réligius/ a bersifat religi; bersifat keagamaan; yg bersangkut-paut dng religi. Sedangkan Religi, re·li·gi /réligi/ n kepercayaan kpd Tuhan; kepercayaan akan adanya kekuatan adikodrati di atas manusia; kepercayaan (animisme, dinamisme); agama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Lagu Religius merupakan lagu yang di dalamnya terkandung Pesan Pesan religi, pesan pesan keagamaan, dan pesan pesan ketuhanan.

Menurut saya, setiap lagu itu mempunyai kandungan dan tingkat religiusitas Sendiri Sendiri, Katakanlah Lagunya Beatles, Scorpion, Iwan Fals, Dewa 19, Sheila on7, Melly Goeslaw, yang di dalam lagu lagu karya mereka ( Yang Tidak berlabel religius ) banyak sekali (sebenarnya) mengandung pesan pesan yang sangat religius. Kalau sobat Inget Lagunya Scorpion yang judulnya “Under The Same Sun”, disitu Scorpion ingin menyampaikan sebuah Pesan Perdamaian, pesan kemanusiaan karena keprihatinan Scorpion yang mendalam terhadap perang Yang Sedang Berkecamuk Kala itu. Lagu Under The Same Sun itu Sungguh mencerminkan Kalamullah yang dilukiskan dalam Surat Al Hujurat ayat 13, yang menjelaskan tentang Penciptaan berbagai macam Umat manusia laki laki dan Perempuan dengan berbagai suku bangsanya, untuk apa ? Tidak lain kecuali untuk saling Mengenal. Dengan perkenalan itu diharapkan akan tumbuh kerjasama, bukanya peperangan. karena apa ?

Cos We all live under the same sun, we all walk under the same moon, Then Why, can’t we live as one. ( Scorpion - Under The Same Sun ).

Lagu di atas sekarang, masih jauh dari Jendela Kenyataan, dengan Konflik Rusia Georgia, dengan masalah Palestina, dengan masalah Sunni Syiah di Irak dan pakistan, dan di Indonesia Sendiri dengan Tragedi 1 Juninya Monas yang membuat Rusak Citra Islam Yang Damai yang dipraktikkan Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W.

Mengenai Ebiet G. Ade sendiri, sebelum Beliau Meluncurkan Album Religiusnya Ramadhan ini, sebenarnya Lagu lagu Ebiet ( yang tidak ada Label “Religius” ) seperti Berita Kepada kawan, Seraut Wajah, Untuk kita Renungkan, masih Ada Waktu, Apakah Ada Bedanya, dan kalian dengar keluhanku, adalah Sangat sangat Religius, dan sangat sangat membawa pesan pesan keagamaan.

Jadi, pertanyaan saya tadi dapat saya Jawab Sendiri dengan Singkat, ” TIDAK “.

Wallahu a’lam.