Jembatan Suromadu Vis a Vis Nusantara

August 30th, 2009 · 6:59 am @ masdan  -  9 Comments

Saya agak tergelitik dengan pendapat seorang Budayawan beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa Jembatan Suromadu yang sudah berdiri dengan Gagahnya itu lebih baik dibongkar kembali. Alasanya sederhana, Jembatan Suromadu Telah Meluluhlantakkan Mental Bahari, Mental Maritim Bangsa yang Sudah diakui semenjak dahulu Kala. Pendapat ini tidaklah sekontroversial Pendapat Hadrotush Syech Abdurrahman Wachid umpamanya, yang bisa menyulut Perdebatan Panjang Lebar tiada Akhir. Namun Pesan yang dikandungnya itulah yang menurut saya sangat Layak untuk diperbincangkan.

Memang Kalau kita Coba Menengok Sejenak, Pembangunan Jembatan yang menghubungkan Pulau Pulau di Nusantara sangatlah tidak relevan dengan Sejarah Kejayaan Armada Maritim Kita Dulu. Saya bukanya Terbuai Oleh Romantisme Masa Lalu, Namun Kalau kita Berkaca Pada Nenek Moyang Kita Dulu yang menganggap Laut bukanlah sebagai Penghalang, laut bukanlah sesuatu yang Harus dipisuhi karena Menjadi Pemisah antar orang, antar pulau, namun laut merupakan sarana Penghubung, Kita akan terkesima. Bagaimana Tidak, Karena Percaya akan hal ini, Berlomba Lombalah Nenek Moyang Kita Menguasai bahari dengan cara Membangun armada Maritim yang kuat dan Tangguh, entah itu armada perangnya ataupun Armada Perdagangannya hingga Ditakuti Oleh bangsa Lain.

Namun sekarang, Pembangunan yang kelihatan sangat Daratansentris hanya menyisakan isak tangis tersendiri bagi Lautan Kita. Opa Djuanda yang Terkenal dengan Deklarasi Djuandanyapun Juga pasti tengah Meratap Murung bersama segelintir Orang Pemrakarsa lainya. Tetangga kita akhirnya ikutan tergelak, Tertawa Terbahak Bahak sampai berani menginjakkan kesombonganya di tapal batas kedaulatan kita.

Kalau saja Kita, atau Paling tidak Pemerintah Kita, Masih Mempercayai Laut sebagai Penghubung, bukan Sebagai Pemisah, Dengan Memaksimalkan Transportasi bahari, melakukan Perlindungan Suaka Laut dengan Istiqomah, Menambah Perbendaharaan serta memodernisasi Angkutan Laut dan Angkatan Laut, Bukan Tidak Mungkin Kita, Indonesia Kita akan Kembali Berjaya dengan Kebanggaan Akan Kemaritimannya. Tidak akan Mungkin ada Cerita Kapal Perang Negeri Lain Masuk Wilayah Kita Dengan Ongkang-ongkang Kaki, dengan Kesombongan, dengan Tertawa sambil berteriak Mengejek : “ Indonesia Nggak bakal bisa Ngapa-ngapain di laut, liat saja banyak kapal mereka Tenggelam dengan sendirinya ”

Hehe.

Tags: , ,

9 Comments → “Jembatan Suromadu Vis a Vis Nusantara”


  1. marsudiyanto

    1 year ago

    Saya serasa terhenyak, ternyata memang benar, bahwa pembangunan jembatan antar pulau bukan satu2nya solusi yang tepat.
    Sepintas tampak mengagumkan dan gagah, tapi disisi yang lain menghapus fungsi alami laut sebagai penghubung.
    Alam telah ada yang ngatur. Samudralah yang menyatukan pulau2 Nusantara, bukan jembatan !!


  2. Raffaell

    1 year ago

    Loh ?? wong jembatanya udah dibangun, hehehe disatu sisi, adanya jembatan kan meningkatkan kapabilitas transportasi yang otomatis meningkatkan pendapatan pemerintah bukan ?? masalah besi yang di colong colongin, polisinya aja yang ga bisa


  3. andif

    1 year ago

    itu 100% karya anak bangsa ya??


  4. deT

    1 year ago

    mana gambarnya?


  5. masDan

    1 year ago

    @ Pak Marsudiyanto : Benar Pak, Samuderalah yang Menghubungkan Pulau Pulau Nusantara …

    @ mas Raffaell : Hehe, Kalo dibongkar sayah Juga Agak Kurang Setujuh MAs, Sudah Mahal Mahal dibangun masak dibongkar Lagi ….

    @ mas Andif : Sayah Kurang Tau MAs .. Katanya Sih IYa ..

    @ mas Det : Sayah Belum Pernah Kesana Mas, Jadi Belum BIsa Naruh Gambar …


  6. ndop

    1 year ago

    iyo dan, kameramu gunakno to.. hahahaha…

    ben enek sing didelok ngono lo… hahahaha….


  7. Bob H P - Ayam Laut

    1 year ago

    Owalah mas ……….

    wong kita itu cuma kebagian ceritanya yang sudah berjuta juta kali terkena ‘koreksi’ sejarah ….
    Konon bangsa kita ini sebenarnya ‘bukan’ bangsa maritim tapi bangsa agraris …. ‘mereka’ itu terpaksa berpindah karena harus mencari ‘ladang’ baru … entah itu ber’judul’ penaklukan wilayah atau daerah kekuasaan … untuk itu mereka ‘menumbuhkan’ ‘keberanian’nya untuk menyeberangi laut dan lautan yang ada didepannya …..
    Karena setelah sampai didarat didaerah baru ‘mereka’ menjadi ‘pemukim’ ….

    Jadi semangat yang harus diwarisi mestinya ’semangat Hijrah’ untuk mencari ‘penghidupan’ baru … untuk menjadi lebih baik !

    Untuk jembatan Suromadu yang ada sekarang ini, coba diangket … kira kira hasilnya menjadikan perpindahan orang orang menjadi lebih baik ? bisa dikaji dari semua aspek yang ada ??? …

    Semangat ‘penundukan’ daerah baru sudah bolak balik berganti nama misal ‘transmigrasi’, ‘migrasi’, ‘urbanisasi’ …

    Laut masih tetap begitu, tidak berubah …
    Maukah kita meminjam untuk diambil ‘manfaatnya’ Karunia Rahmatullah itu semua … ajari mereka ‘bertani’ di laut
    Laut adalah ‘kekuatan’

    Wass


  8. masdan

    1 year ago

    @ Kang Bob : Wa’alaik … Hehe, Saya Setuju Kang Bob akan Penekanan sampeyan terhadap Semangat Hijrah Mencari Penghidupan Baru. Makanya, Kalau Kita Bisa BerHijrah dari Pembangunan Yang Kebanyakan Menitikberatkan pada Sektor daratan dan Mengabaikan Laut menuju Pembangunan yang adil Merata, dengan mempertimbangkan Potensi Nusantara yang “sampeyan tau sendiri”, insy allh Penghidupan baru yang bermanfaat akan tercapai …Mengenai Jembatan Suromadu dan Masalah Agraris MAritim, itu kan cuma Masalah Furu’iyah yang setiap orang bisa berbeda interpretasinya. Hehe


  9. masdan

    1 year ago

    @ MAs Ndop : Aku Durung Tau Mrono mas, dadine yo gak Nduwe Potone ….. Hohohohoh


Leave a Reply

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »