Kala Kepak Sayap Kubagikan
Alam telah menjadi Pisau Tajam
Kota Ini begitu Juga
Kepul Pabrik hilangkan warna
Gedung Gedung jangkung
Mengepung
Mengejekku yang Memburu Ladang jagung
Tolong
Tolong Bapak menteri
Aku Belum mau Mati
Dalam Jeruji Sangkar emas
yang gemerlap Warnanya.
Apakah sahabat pernah membaca atau mendengar sajak di atas ? Kalau belum pernah ya Wajar, Lawong Dulu saya aja baca sajak itu di buku cerita SD saya, tapi saya sudah lupa judulnya apa. Di dalam buku tersebut diceritakan mengenai kisah perjalanan seorang anak yang bernama Ragil, seorang anak miskin yang tinggal bersama ibunya di daerah kumuh di pinggir kota, seorang anak yang terpisah dengan ayah dan Kakak perempuanya, yang kemudian bersekolah di salah satu SD terbaik di Kota tersebut. Walaupun Ragil termasuk Siswa yang pandai, Pandai dalam Bidang bahasa Indonesia, akan tetapi karena tampangnya yang kumuh dan kakinya yang pincang, dia sering dihina oleh teman temanya.
hanya satu dari sekian banyak teman yang perduli dan perhatian kepadanya, teman itu bernama Luqman. Karena begitu akrabnya, setelah Ibu Ragil meninggal, luqman mengajak ragil untuk Tinggal di rumahnya.
Di Rumah luqman itulah bakat menulis Ragil Mulai dapat disalurkan, karena di rumah Luqman terdapat mesin ketik tua yang sudah tidak terpakai. dengan mesin ketik itulah Ragil mulai menulis berbagai macam artikel dan cerita untuk Surat kabar terbitan Lokal dan Nasional. Suatu Hari, karena Keprihatinan yang sangat dengan keadaan lingkunganya, Ragil Menulis Sajak Burung Podang di atas untuk terbitan Salah satu Surat Kabar Nasional. Bersamaan dengan itu, Ragil Juga mengikuti Perlombaan menulis Cerpen Tingkat nasional Yang diselenggarakan oleh Depdikbud. tanpa diduga, cerpen hasil karangan Ragil menjadi juara pertama nasional untuk tingkat Sekolah Dasar.
Para pemenang, termasuk ragil, akan menerima hadiah yang akan diserahkan langsung oleh Presiden di Istana Negara bertepatan dengan hari Pendidikan nasional.Setelah mendekati hari H, Ragil berangkat ke jakarta bersama dengan keluarga Luqman. Pada Waktu Malam penyerahan Hadiah, Ragil menjadi sosok yang paling mendapat perhatian gara gara kaki pincangnya. ketika namaya dipanggil untuk menerima hadiah, dengan terpincang pincang dia maju ke depan menuju tempat Presiden dengan iringan Gemuruh Tepuk Tangan Hadirin. Setelah Menerima Hadiah tersebut, Ragil kemudian di Gendong Oleh Bapak menteri Lingkungan Hidup yang kemudian juga memberikanya penghargaan karena Sajak Burung Podangnya yang telah menggugah Pemerintah, terutama Departemen Lingkungan Hidup untuk Bekerja Lebih keras Mengembangkankan Perlindungan Lingkungan.
Dari cerita dan Sajak Burung Podang di atas, kita dapat belajar Banyak mengenai Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perjuangan seorang anak yang secara riil termarjinalkan hingga memperoleh kejayaanya. terlepas dari sisi Fiksinya, sajak dan cerita di atas seolah olah tengah menohok muka kita, kita bisa lihat keadaan sosial dan Lingkungan kita dengan berbagai macam Problem yang sangat “Complicated” yang secara nyata mencerminkan Kebenaran Cerita Fiksi Tersebut.
Wallahu ‘alam.
Newbie Pertama
1 year ago
pertamanx xx Plusss
cebong ipiet
1 year ago
waduuh msh inget pelajaran SD.klo aq inget nya am si Ny Eroh *bukan Erot loh y* yg nge buka jalur mata air dg membelah bukit *bikin terowongan mksdna* trus dpt kalpataru.
suci
1 year ago
yup! sajak itu bisa jadi motivator buat kita, ragil aja bisa masa’ kita nggak.. tapi bisa juga jadi sindiran, hare gene emang ada apa yang kayak begitu?
ndop
1 year ago
belognya meraaah.. seperti blog sayaa…. enak diliat.. strong.. smart!!!
yuhuu….
bos, ini kolom komentarnya kok biru? diganti merah muda saja.. wekekeke…
btw, salut buwat si Ragil!! ck..ck..ck…
hendra
1 year ago
maaf ya, baru sempat berkunjung, blognya keren euy, oh ya, gimana klau burung podangnya diganti burung cucak rowo ajah, hhwaaaa, kabur.
masdan
1 year ago
@ Mbak Cebong : SD itu bener bener masa Mbambung Thok.
@ Suci : Coba Ajah Cari Di Desa Desa, Mungkin Ada.
@ Mas Ndop : Iyo mas. Mas Dzofar.
@ Hendra : Thanks Bro, Kalo Cucak Rowo Udah dipake Mas Didi Kempot.
ragil
1 year ago
welhadalah..kok nama saya ada di buku SD?
masdan
1 year ago
@Ragil : Ladala, Aktor Tulisanya Keluar Nih..hehehe
badoer
1 year ago
masa SD adalah masa yang menyenangkan untuk mendongeng dan bercerita, ndak kayak sekarang kuliah tugasnya kelas berat semua :D
masDan
1 year ago
@Badoer : Bener Mas, Tapi di Kuliah saya, Masih Banyak Dosen yang Ndongeng Lho…Sampai Saya Ketiduran..
Anang
1 year ago
wah sama ni lagi bahas burung di blog.. hehehe..
fauzansigma
1 year ago
save the environment!!! stop global warming.. *halah, ujung2nya, he*
galihyonk
1 year ago
Critane Sip mas, berfilosofi…
don45
1 year ago
Mas mau tanya SDnya Mas tahun berapa ya ??? Kalo tahun 1945 saya belum lahir !!! He…he……he….. Salam kenal !!
masdan
1 year ago
@Anang : Burungnya Siapa Yang dibahas ??
@Fauzansigma : Makasih Sudah Dibantu menyampaikan maksudnya, Hehehe.
@Galihyonk : Hlah, Filosofine Bocah Cangkruk.
@don45 : Tahun 45 Mbahku Baru Nikah. Salam kenal Juga..
ma2nn-smile
1 year ago
wah….salut mas…..
thx udah kunjung ya….
trendy
1 year ago
kok kali ini banyak yang lagi ngomonggin burung ya!
wekekekekek!
masdan
1 year ago
@ma2nn-smile : Saya Salut Juga sama sampeyan, Senyum terus terusan.
@Trendy : Iya, Soale Burung Burung Lagi Mudik, Digosipin terus Juga Pasti si Burung ndak tahu.