Kebanggaan Arwah Seorang “Guru Bangsa”

Bayangkan ! Bagaimana jika Anda tiba tiba didaulat menjadi seorang Raja yang Menguasai Sebuah Negeri Sekaya dan Seluas Majapahit ? Senang, Takjub, Grogi, ataukah Takut ?. Mungkin Perasaan Perasaan itulah yang sekarang sedang Berkecamuk Campur aduk di dalam hati dan Pikiran saya. Yang Pasti saya kaget, tiba tiba saya duduk di atas singgasana indah bertahtakan Intan Mutumanikam ditemani Seorang Permaisuri yang Keelokan Parasnya melebihi Kecantikan Dewi Kamaratih.

Saya mulai mengedarkan pandangan ke setiap Penjuru Keraton, saya melihat Setiap Hulubalang dan Abdi Kerajaan di Balai Pisowanan Agung itu Tunduk Hormat Bersimpuh Menyembah Saya. Saya semakin relaks, Saya Merasa paling Hebat, Paling Tinggi, dan Paling Berkuasa. Lihatlah ! Tak ada yang berani melawan kehendak saya, apapun kata yang keluar dari mulut saya menjadi Sebuah Dalil Fardhu ‘ain Bagi Semua Rakyat. Karena itu Semakin lama semakin nyamanlah saya dengan Posisi saya sekarang ini. Saya ingin tetap berkuasa untuk selama lamanya, bagaimanapun caranya.

- - - - - - - - - - -

Saya semakin “teteh” menggunakan Kekuasaan Politik, Ekonomi, dan militer untuk Membungkam ataupun mengenyahkan orang orang yang Mengkritik Kebijaksanaan Kebijaksanaan yang saya buat. Saya ndak suka dikritik, saya hanya Mau mendengar apa yang saya Kehendaki. Coba saja lihat, Kata kata yang tidak layak masuk Telinga Indah saya akan hancur sendiri, musnah berkeping Keping terlalap bara api Kekuasaan. Namun, di atas itu semua, Bisa dikatakan saya ini termasuk Raja dan Bapak yang sukses. Bagaimana tidak, kebutuhan pokok Rakyat saya sediakan dengan harga yang Murah - walaupun harus utang sana sini untuk memenuhinya - sehingga Rakyat kecil yang tidak tahu apa apa tentang Politik selalu Menyanjung saya. Anak anak saya juga telah saya antarkan menjadi Pribadi Pribadi yang Berhasil - walaupun harus dengan dukungan kekuasaan Saya yang Otoriter -.

Dan, Setelah kekuasaan itu tergeggam erat dalam tangan saya selama beberapa puluh tahun, akhirnya benteng penghadang itu roboh juga oleh tangan tangan hasil didikan saya sendiri, yang menyebabkan Saya harus rela Turun tahta. Tapi bagi saya, itu ndak jadi masalah, toh kekuasaan dan pengaruh saya masih tetap utuh seperti sebelumnya.

- - - - - - - - - -

Singkat kata, kematian tiba tiba menjemput saya. Dunia menangis bercucuran air mata, tapi tak sedikit pula yang berpesta. Namun, Betapa bangganya diri saya ketika kereta Jenazah yang Mengangkut tubuh tak bernyawa saya menuju Liang lahat disambut tangisan dan lambaian tangan Ribuan Rakyat di setiap penjuru jalan. Saya semakin bangga terhadap diri saya sendiri setelah ada “Partai” dalam struktur organisasi Kerajaan menganugerahi saya Gelar “Guru Bangsa”. Saya ndak Perduli apakah Pemberian gelar Itu mempunyai nuansa Politis atau tidak – Walaupun saya akui ada, untuk menggaet Suara Rakyat Kecil yang masih Terpukau oleh Romantisme Murahnya Harga Bahan Pokok -, yang jelas saya memang pantas mendapat Gelar tersebut. Saya Memang Seorang “Guru” yang patut ditiru. Tirulah Sikap Keotoriteran saya yang telah terbukti berhasil membawa kemakmuran Bagi Kerajaan. Belajarlah juga dari Kegagalan saya, agar terhindar dari pen - degradasian Kekuasaan. Belajarlah dari saya, belajarlah agar menjadi seorang pemimpin yang mampu menjaga Singgasana Indah kekuasaan tetap ada di Genggaman Tangan. Belajarlah …

Kategori: Celotehan

62 Komentar di “Kebanggaan Arwah Seorang “Guru Bangsa””

  1. 1. ndopon 20 Nov 2008 at 7:34 pm

    PERTAMAXX!!!

    waah.. berat ini dipahami!!!

  2. 2. ndopon 20 Nov 2008 at 7:36 pm

    berati nek aku iso nyimpulne, awake dewe kudu nerimo takdir. Karena takdir iku sebenarnya adalah pilihan kita… jadi segala sesuwatu yang menjadi pilihan kita ya kita harus menanggung segala resikonya toh..

    *halah si ndop iki nggedabruz opo tooo???*

  3. 3. ichaaweon 20 Nov 2008 at 10:30 pm

    jd guru tuh susah..gajinya sedikit…kalo disuruh pilih..jd guru ato jd anak keraton..yah [asti aku pilih jd anak raton laaaah..huahahah

  4. 4. deton 20 Nov 2008 at 11:08 pm

    ah ndak mbayangin majapahit mas. katanya katanya katanya kaya raya? luas? tapi mana buktinya? kerajaan jogja aja masih ada bekasnya padahal kecil. masa majapahit yang konon besar itu tidak bebekas?

  5. 5. suwungon 21 Nov 2008 at 1:52 am

    kelahiran dan kematian bukan kita yang nentuin
    siapa bapak ibu kita kita juga ngak bisa milih

  6. 6. thimbuon 21 Nov 2008 at 2:22 am

    nice posting, sob

  7. 7. FaDeLon 21 Nov 2008 at 4:24 am

    Kritik maneh.. kritik maneh

    Yo pancen wildan tenan lak nene ki :p

  8. 8. masdanon 21 Nov 2008 at 8:05 am

    @ ndop : Waduh, Kok Malah Nggowo Nggowo Takdir Barang Iki Piye … :ngudut:

    @ ichaawe : Gaji Guru Saya Banyak kok … .. :ketawa:

    @ det : Buktinya Ya Ke-eksisan Ngayogyokarto sebagai Pewaris Majapahit itu ….. :ketawa:

    @ suwung : “Manggut Manggut ”

    @ thimbu : Trimakasih :wow:

    @ FaDeL : La Nek Duduk Wildan Sopo Maneh Tho Luq …. :ketawa:

  9. 9. denyon 21 Nov 2008 at 9:34 am

    guru bangsa di sini, di sini itu pak presiden yya. haduw sangat dalam lagi.

  10. 10. masdanon 21 Nov 2008 at 9:47 am

    @ deny : Mungkin ……. :ketawa:

  11. 11. ziezieon 21 Nov 2008 at 10:00 am

    wah bagus dibaca nih sm para kandidat pemimpin negeri ini biar mereka siapin hati dan jiwa mereka jd ga sekedar siap2 mau mengeruk uang rakyat sebanyak2nya ya

  12. 12. Anrokon 21 Nov 2008 at 10:59 am

    Bagus sekali……
    Suatu pemikiran yang intuitif. mengingat kan kita masa lalu.

  13. 13. Benlahon 21 Nov 2008 at 11:04 am

    No komen. Saya masih ga mudeng. Angel dipahami, takpekso tetep wae ra mudeng. Sepurane yo mas.

  14. 14. senoon 21 Nov 2008 at 11:21 am

    Andai ku jadi raja ….
    tinggal acungkan jari …. (lho malah nyanyi)

    Yah jadi kita memang harus melaksanaken dari pada yang mana tidak melaksanaken tugas-tugas penting agar dari pada rakyat Indonesia makmur he…he…

    Jadi silahken he…he… pilih saya lagi (lho …)

  15. 15. Ianon 21 Nov 2008 at 11:26 am

    wah apa cuma aku yang mash pake blog gratisan?
    semua para netter nganjuk udah pada website sendiri…
    kapan ya aku punya?

  16. 16. Mas Kokoon 21 Nov 2008 at 12:09 pm

    Mas dan nyinggung siapa tuh :D

  17. 17. latqueireon 21 Nov 2008 at 12:12 pm

    saya di jaman majapahit?? hmm kebayang wanita pakai baju cuma dr kain2 ajah. walah.. lah terus jilbab ku piye yah… hihihihihi

  18. 18. adinataon 21 Nov 2008 at 2:03 pm

    kalo saya jadi raja, pasti saya angkat jadi ratu, dan anak saya saya angkat jadi pangeran

  19. 19. zoelon 21 Nov 2008 at 2:12 pm

    hiks hiks g’ ngerti maksudnya :mrgreen:

  20. 20. Sarahon 21 Nov 2008 at 2:36 pm

    wadduh, gaya aktivis banget dech..tegas y…*g nyangka ternyata eh.,,..ternyata MasDan kecil2 bisa juga jdi ‘besar’ keliatannya..hehe…sukses selalu dan semangat..semangat

  21. 21. Royon 21 Nov 2008 at 3:37 pm

    Sipz……. oh Guru……… heheh
    ehya ne blognya orang mana tho? saya agak kuang ngerti ada bahasa cangkruk2 nya?
    klo roy dari padang tapi skarang kuliah dijogja…

  22. 22. Mus_on 21 Nov 2008 at 4:22 pm

    ini sebenarnya tentang apa, ya? :D

  23. 23. wellyon 21 Nov 2008 at 5:13 pm

    semua berasal dari yang diatas, kita hanya mampu mengikuti saja, kita wayangnya Tuhan dalangnya …

  24. 24. ciput mardiantoon 21 Nov 2008 at 5:42 pm

    tulisane rodo jeru

  25. 25. ciput mardiantoon 21 Nov 2008 at 5:47 pm

    Marai ke cemplung

  26. 26. ciput mardiantoon 21 Nov 2008 at 5:48 pm

    apa masih ada yang layak disebut guru bangsa!

  27. 27. ciput mardiantoon 21 Nov 2008 at 5:50 pm

    aku nyepam disini! he….33x

  28. 28. galihyonkon 22 Nov 2008 at 12:54 am

    Hwa, guru bangsa ya mas dan… :mrgreen:

  29. 29. Daiichion 22 Nov 2008 at 1:56 am

    Pemimpin yang mengayom,
    ” Orang-orang yang sepenuh hati memimpin, menebarkan rasa kasih sayang pada sesama, akan ditulis apa adnya oleh sejarah.”

  30. 30. yokeijuon 22 Nov 2008 at 2:24 am

    Kekuasaan besar tanggung jawab besar juga ya mas.

    he..he… rada2 mirip cerita mendiang Presiden RI yg ke 2

  31. 31. masdanon 22 Nov 2008 at 3:04 am

    @ ziezie : apa iya ya ??? :malu:

    @ Anrok : sekali kali Menengok ke belakang …

    @ Benlah : Aku yo Ra Ngerti Sing Tak Tulis Kuwi Opo :ketawa:

    @ seno : Pilih Mas Seno ….. Yeeee

    @ Ian : Gratisan Gak Opo Opo sing penting Barokah .. :ketawa:

    @ Mas Koko : Hwaaa, Siapa Ya .. ?? mmm :malu:

    @ latqueire : Lha Iya Pake Kain, Masak Pake Kulit Pohon Lagi Pakaianya … :ketawa:

    @ adinata : Kalau Jadi Raja, Saya akan Ngeluarin album Baru … :ketawa: :ngakak:

    @ zoel : Saya aja Yang Nulis Juga Nggak Ngerti Maksudnya apa :ketawa:

    @ Sarah : Saya Bukan Aktivis, Saya ini Pasivis … :ngakak:

    @ Roy : Cangkruk Bahasa Nganjuk Mas Roy …

    @ Mus_ : Tentang Guru Bangsa …

    @ welly : yang di atas Itu Apa Ya … Langitkah, Atapkah, atau apa ??? :ketawa:

    @ ciput mardianto : Hwaaa. Mas Ciput Nyepam …. :ngamuk:

    @ galihyonk : Iya, Gajinya Besar Lho … :ketawa:

    @ Daiichi : Wah, Setujuh lah ..

    @ yokeiju : Oo.. Mirip Sama Mbah Harto Ya … ?? Saya Baru Tahu Heheheh :ketawa:

  32. 32. thevemoon 22 Nov 2008 at 3:34 am

    malas ah..lagian kerajaan nya kan sudah ilang

  33. 33. Panantraon 22 Nov 2008 at 4:14 am

    pak Suharta ya….. eh pak Suharto..

  34. 34. masDanon 22 Nov 2008 at 4:34 am

    @ thevemo : Saya Ikutan Males Juga ah .. :ketawa:

    @ Panantra : Hwaa .. Siapa Itu Pak Suharta ??? :ketawa:

  35. 35. duduuuton 22 Nov 2008 at 4:36 am

    ketokane pak harto iki..

    iyo rakyate makmur..lha truz mati utange piye..sopo sing apene nyaur..

  36. 36. Didien®on 22 Nov 2008 at 4:57 am

    saya mo jd guru ngaji aja ah… ^_^
    tuker link yah..

  37. 37. info resepon 22 Nov 2008 at 5:15 am

    wedew….yukkk cr resep awet muda…br smuax awet muda ga tua2..

  38. 38. casual cutieon 22 Nov 2008 at 5:16 am

    skrg sehat, bsk mati. hohohohoh…..sblm menuju liang lahat, mapir dulu ke blog sy yach…..

  39. 39. diodon 22 Nov 2008 at 5:41 am

    kang dan klo bikin tulisan asoy uy :lol:

  40. 40. masDanon 22 Nov 2008 at 5:48 am

    @ duduuut : Kok Mengarah terus Ke Mbah Harto Ya … :ketawa:

    @ Didien® : Saya Mau Jadi Gurunya Guru Ngaji ah … Ayuk

    @ info resep : Makan daun daunan Bisa Membuat Awet Muda Lho .. ^itu Kata Orang Orang Tua Dulu^ :ketawa:

    @ casual cutie : Hohohoho …… :wow:

    @ diod : Ah .. Nggak Juga …. :malu:

  41. 41. donapiscesikaon 22 Nov 2008 at 6:26 am

    mati dengan gelar membanggakan…siiip…

  42. 42. Antonon 22 Nov 2008 at 6:38 am

    Joss tenan Masdan iki…salut Man

  43. [...] begitu saja informasi dan isi hati kali ini. Tidak lupa saya meminta dukungan dan semangat dari sahabat sekalian dan yang terpenting [...]

  44. 44. masarifon 22 Nov 2008 at 6:53 am

    Oalaaaah… sampean sudah meninggal dunia to… sanking tangguhnya, meninggalpun masih bisa memantau keadaan sekitara yang melambai dan menangis.

    Masdan ini ide cerita dari Indonesia, ya?

  45. 45. venuson 22 Nov 2008 at 7:12 am

    Wah, bayanginnya kejauhan kak….

  46. 46. cebong ipieton 22 Nov 2008 at 11:51 am

    hemmm sepertinya ada yg ngomongin si mbah saya
    *dipipisi we kapok

  47. 47. sandyon 22 Nov 2008 at 11:53 am

    waduw bacaanya ketinggian nui mas kalo buat saya…

    berat bgt buat mahaminya..

    hehe..

  48. 48. don45on 22 Nov 2008 at 1:00 pm

    Waah sulit juga yah jd guru padahal cita2q ingin jadi guru eh !!!!

  49. 49. trendyon 22 Nov 2008 at 1:12 pm

    kayak iklan partai PKS yah!
    wkekekeekek!

  50. 50. ainulfahmion 22 Nov 2008 at 3:37 pm

    wah guru memang harus dihormati ok!!!

  51. 51. ainulfahmion 22 Nov 2008 at 3:37 pm

    tukeran link yuk!!!

  52. 52. annosmileon 22 Nov 2008 at 4:36 pm

    raja diibaratkan admin
    negara diibaratkan domain
    nyawa diibaratkan lama hosting
    —-
    itu mencitrakan anda yang memiliki kekuasaan penuh dalam blogging di weblog ini :D

  53. 53. sekelebatsenjaon 22 Nov 2008 at 5:47 pm

    hehehe,
    njut masalah utang piutangnya pripun tu mas?

  54. 54. syamsuon 22 Nov 2008 at 6:17 pm

    waduh berat neh.. salam kenal masdan :D

  55. 55. antownon 22 Nov 2008 at 6:53 pm

    semangat belajar!! siap…

  56. 56. JelajahiDuniaElyon 22 Nov 2008 at 7:57 pm

    mengajar anak-anak dulu itu hobiku :)

    btw aku pindah alamat blog nih, mampir ya , thanks :)

  57. 57. dikmaon 22 Nov 2008 at 9:36 pm

    selalu dalam nih si Masdan

  58. 58. masDanon 23 Nov 2008 at 3:59 am

    @ donapiscesika : Siippp …

    @ Anton : salut Juga Bwat mas Anton …..

    @ masarif : Dari Negeri Indonesia Mas …..

    @ venus : Kalo Kejauhan Naik Taksi Ajah .. :ketawa:

    @ cebong ipiet : Lha Pancene Mbahe Sampeyan Sopo tho Mbak Bong .. :ngudut: :ketawa:

    @ sandy : Pake Tangga Kalo Ketinggian :ngakak:

    @ don45 : Nggak Sulit Kok ….

    @ trendy : Bukan, PKS sama PSK itu Sama Ndak Ya .. ??? :ketawa:

    @ ainulfahmi : Ok…

    @ annosmile : Setuju ajah …

    @ sekelebatsenja : Tirose, Utange sampun dipun saur Kalihan Raja Ingkang Jumenengan Sak niki … :ketawa:

    @ syamsu : :hi: salam Kenal Juga …

    @ antown : Laporan Anda Kami Terima …

    @ JelajahiDuniaEly : Iyah Mbak ….

    @ dikma : dalam Apanya Sih mas … :malu:

  59. 59. Heri TLon 23 Nov 2008 at 7:21 pm

    gajah dipelupuk mata tidak kelihatan,
    semut di seberang lautan terlihat jelas…

  60. 60. lalaon 24 Nov 2008 at 2:08 am

    walaupun ga sepenuhnya mengerti..
    salut sama pengetahuan sejarahnya..
    eh.. itu nyata ga siyh?!.. hehehe..

  61. 61. masDanon 24 Nov 2008 at 2:10 am

    @ Heri TL : Nggak Kelihatan ??? Titik Fokus Mata Emang Berapa Ya ?? :ketawa:

  62. 62. masDanon 24 Nov 2008 at 2:11 am

    @ lala : Hwaaa … Nyata Nggak ya ……. :ketawa:

Trackback URI | Comments RSS

Tulis Komentar

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »