Kebanggaan Arwah Seorang “Guru Bangsa”

November 20th, 2008 · 4:59 pm @ masdan  -  62 Comments

Bayangkan ! Bagaimana jika Anda tiba tiba didaulat menjadi seorang Raja yang Menguasai Sebuah Negeri Sekaya dan Seluas Majapahit ? Senang, Takjub, Grogi, ataukah Takut ?. Mungkin Perasaan Perasaan itulah yang sekarang sedang Berkecamuk Campur aduk di dalam hati dan Pikiran saya. Yang Pasti saya kaget, tiba tiba saya duduk di atas singgasana indah bertahtakan Intan Mutumanikam ditemani Seorang Permaisuri yang Keelokan Parasnya melebihi Kecantikan Dewi Kamaratih.

Saya mulai mengedarkan pandangan ke setiap Penjuru Keraton, saya melihat Setiap Hulubalang dan Abdi Kerajaan di Balai Pisowanan Agung itu Tunduk Hormat Bersimpuh Menyembah Saya. Saya semakin relaks, Saya Merasa paling Hebat, Paling Tinggi, dan Paling Berkuasa. Lihatlah ! Tak ada yang berani melawan kehendak saya, apapun kata yang keluar dari mulut saya menjadi Sebuah Dalil Fardhu ‘ain Bagi Semua Rakyat. Karena itu Semakin lama semakin nyamanlah saya dengan Posisi saya sekarang ini. Saya ingin tetap berkuasa untuk selama lamanya, bagaimanapun caranya.

- – - – - – - – - – -

Saya semakin “teteh” menggunakan Kekuasaan Politik, Ekonomi, dan militer untuk Membungkam ataupun mengenyahkan orang orang yang Mengkritik Kebijaksanaan Kebijaksanaan yang saya buat. Saya ndak suka dikritik, saya hanya Mau mendengar apa yang saya Kehendaki. Coba saja lihat, Kata kata yang tidak layak masuk Telinga Indah saya akan hancur sendiri, musnah berkeping Keping terlalap bara api Kekuasaan. Namun, di atas itu semua, Bisa dikatakan saya ini termasuk Raja dan Bapak yang sukses. Bagaimana tidak, kebutuhan pokok Rakyat saya sediakan dengan harga yang Murah – walaupun harus utang sana sini untuk memenuhinya – sehingga Rakyat kecil yang tidak tahu apa apa tentang Politik selalu Menyanjung saya. Anak anak saya juga telah saya antarkan menjadi Pribadi Pribadi yang Berhasil – walaupun harus dengan dukungan kekuasaan Saya yang Otoriter -.

Dan, Setelah kekuasaan itu tergeggam erat dalam tangan saya selama beberapa puluh tahun, akhirnya benteng penghadang itu roboh juga oleh tangan tangan hasil didikan saya sendiri, yang menyebabkan Saya harus rela Turun tahta. Tapi bagi saya, itu ndak jadi masalah, toh kekuasaan dan pengaruh saya masih tetap utuh seperti sebelumnya.

- – - – - – - – - -

Singkat kata, kematian tiba tiba menjemput saya. Dunia menangis bercucuran air mata, tapi tak sedikit pula yang berpesta. Namun, Betapa bangganya diri saya ketika kereta Jenazah yang Mengangkut tubuh tak bernyawa saya menuju Liang lahat disambut tangisan dan lambaian tangan Ribuan Rakyat di setiap penjuru jalan. Saya semakin bangga terhadap diri saya sendiri setelah ada “Partai” dalam struktur organisasi Kerajaan menganugerahi saya Gelar “Guru Bangsa”. Saya ndak Perduli apakah Pemberian gelar Itu mempunyai nuansa Politis atau tidak – Walaupun saya akui ada, untuk menggaet Suara Rakyat Kecil yang masih Terpukau oleh Romantisme Murahnya Harga Bahan Pokok -, yang jelas saya memang pantas mendapat Gelar tersebut. Saya Memang Seorang “Guru” yang patut ditiru. Tirulah Sikap Keotoriteran saya yang telah terbukti berhasil membawa kemakmuran Bagi Kerajaan. Belajarlah juga dari Kegagalan saya, agar terhindar dari pen – degradasian Kekuasaan. Belajarlah dari saya, belajarlah agar menjadi seorang pemimpin yang mampu menjaga Singgasana Indah kekuasaan tetap ada di Genggaman Tangan. Belajarlah …

Tags: , , ,

62 Comments → “Kebanggaan Arwah Seorang “Guru Bangsa””


  1. ainulfahmi

    1 year ago

    tukeran link yuk!!!


  2. annosmile

    1 year ago

    raja diibaratkan admin
    negara diibaratkan domain
    nyawa diibaratkan lama hosting
    —-
    itu mencitrakan anda yang memiliki kekuasaan penuh dalam blogging di weblog ini :D


  3. sekelebatsenja

    1 year ago

    hehehe,
    njut masalah utang piutangnya pripun tu mas?


  4. syamsu

    1 year ago

    waduh berat neh.. salam kenal masdan :D


  5. antown

    1 year ago

    semangat belajar!! siap…


  6. JelajahiDuniaEly

    1 year ago

    mengajar anak-anak dulu itu hobiku :)

    btw aku pindah alamat blog nih, mampir ya , thanks :)


  7. dikma

    1 year ago

    selalu dalam nih si Masdan


  8. masDan

    1 year ago

    @ donapiscesika : Siippp …

    @ Anton : salut Juga Bwat mas Anton …..

    @ masarif : Dari Negeri Indonesia Mas …..

    @ venus : Kalo Kejauhan Naik Taksi Ajah .. :ketawa:

    @ cebong ipiet : Lha Pancene Mbahe Sampeyan Sopo tho Mbak Bong .. :ngudut: :ketawa:

    @ sandy : Pake Tangga Kalo Ketinggian :ngakak:

    @ don45 : Nggak Sulit Kok ….

    @ trendy : Bukan, PKS sama PSK itu Sama Ndak Ya .. ??? :ketawa:

    @ ainulfahmi : Ok…

    @ annosmile : Setuju ajah …

    @ sekelebatsenja : Tirose, Utange sampun dipun saur Kalihan Raja Ingkang Jumenengan Sak niki … :ketawa:

    @ syamsu : :hi: salam Kenal Juga …

    @ antown : Laporan Anda Kami Terima …

    @ JelajahiDuniaEly : Iyah Mbak ….

    @ dikma : dalam Apanya Sih mas … :malu:


  9. Heri TL

    1 year ago

    gajah dipelupuk mata tidak kelihatan,
    semut di seberang lautan terlihat jelas…


  10. lala

    1 year ago

    walaupun ga sepenuhnya mengerti..
    salut sama pengetahuan sejarahnya..
    eh.. itu nyata ga siyh?!.. hehehe..


  11. masDan

    1 year ago

    @ Heri TL : Nggak Kelihatan ??? Titik Fokus Mata Emang Berapa Ya ?? :ketawa:


  12. masDan

    1 year ago

    @ lala : Hwaaa … Nyata Nggak ya ……. :ketawa:


Leave a Reply

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »