Seminar dan Sabotase

September 18th, 2008 · 4:25 pm @ masdan  -  No Comments

Kemarin malam, temen saya yang namanya Pahing, menelpon saya dengan nada yang kelihatan sedang marah. Dia membentak bentak saya, bahkan “misah misuh” yang ndak ada jluntrungnya. Saya otomatis kaget, lawong saya ndak tahu apa apa, saya juga ndak merasa salah apa apa, saya kemarin juga ndak mimpi yang macem macem, tiba tiba dapet ocehan dari Teman saya sendiri. Saya jadi mengelus dada, “sabar sabar”. Setelah selesai marah marahnya, dia saya tanya, ” ada apa hing, kok marah marah ? Kata Kiai Prodin, marah itu ndak bagus lho buat perut”. Eh, ladalah, tiba tiba dia diam, soalnya si pahing ini paling sensitif kalau ngomongin soal perut karena alasan Fisik yang tidak mendukung.

Nada Suara Pahing kemudian berubah serius, Dia bilang sama saya, katanya dia kemarin jadi panitia sebuah seminar dan buka puasa bersama. Lha terus saya reflek nanya, “hing, apa hubunganya panitia seminar sama marahin saya”, dia njawab, ” sik tho, tunggu dulu, rungokno disik”, saya jadi diam, dia terus nyerocos aja, ktanya waktu dia nyebarin leaflet, brosur, Poster, dan ubo rampe buat mensosialisasikan seminarnya itu, ada yang ndak suka dan nyopotin tempelan poster yang dia tempel. “Wah ada yang mau nyabotase nih hing” saya bilang ke dia, “emang penyelenggara sama temanya apa sih kok sampai segitunya ?”. dengan semangatnya dia bilang bahwa temanya tentang Tradisi di Salah satu Organisasi masyarakat yang dia ikutin, Organisasi yang menolak kekerasan berlabel agama juga organisasi yang gigih menjaga tradisi kebangsaan ,Sedangkan penyelenggaranya juga salah satu organisasi Mahasiswa mantan Underbouw organisasi itu.

Saya kemudian ngasih pendapat ke dia, “hing, berarti Organisasi kamu itu diperhatiin, mereka sebenarnya takut sama perkembangan organisasi kamu itu, makanya usaha kamu disabotase”. “Ooooo, Begitu ya”, dia bilang. “Iya, makanya sabar dulu, dipikir yang tenang, ndak usah cepet marah gitu.” Pahing jadi semakin relaks ngomongnya, ” Ya tadi kan gara gara terbawa emosi tho dan, saiki yo wis sabar”. “Sabar apa” perkataan pahing saya potong, ” sabar itu, kalau kata kanjeng nabi, ada pada Pukulan pertama, kalo sekarang baru ngaku sabar ya sebenarnya bukan sabar” saya nambahin. Pahing cuma bilang iya, trus saya nanya lagi, “Lha Seminarnya sendiri gimana? Sukses Ndak?”. “Sukses lah, walaupun yang datang cuma sedikit” jawab pahing. “Itu seminarnya dimana sih?” tanya saya. “Ituh, di Gedung PSJ, deketnya FIB” kata Pahing. Saya Kaget, “Lho, Kemarin saya juga ikut seminar disana, saya kemarin mau nanya tapi ndak dikasih kesempatan”, pahing lebih kaget lagi, dia nanya ini itu buat memastikan kalau saya bener bener ikut. “bener kamu ikut?” tanya pahing, “iya bener, tapi saya datangnya telat, lha kamu dimana, katanya kamu panitia?”, “Wah, aku jam 4 keluar beli Minuman buat buka, habis itu ya di belakang stage, pantesan ndak ktemu, lha kamu tahunya itu seminar dari mana?”, “dari Kliwon” Jawab saya. “Brarti kamu ndak tahu kalo ada poster poster, leaflet leaflet di kampus ?”, “ndak tahu”, jawab saya, “Berarti bener kan disabotase” kata pahing. Pas Sampai kata sabotase, telpon kami putus, mungkin Pulsanya pahing Habis.

Leave a Reply

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »