Gegap Gempita Terorisme Ayodyapala

Jlep Jlep Jlep, dan Tiga Orang Teroris itu Mati Berkalang Tanah. Tubuh Mereka Terkulai Lemas Terikat erat di Pohon Eksekusi. Beberapa buah anak Panah Gunawijaya Menembus Tubuh dan menancap tepat di jantung mereka. Pesan Kematian sudah terucap diringi senyum kemengan, ”Surgaloka Sudah Menanti Kami, Lihatlah Para Hapsari alias Bidadari Sudah ngawe ngawe menyambut kedatangan kami”. What a pity !!!!. Itulah ”akhir” dari Tragedi Terorisme yang beberapa tahun terakhir ini menggemparkan Kerajaan Ayodyapala. Keputusan Pengadilan Kerajaan Ayodya Untuk Mengeksekusi mati para teroris itu Sebenarnya banyak mendapat Kecaman dari sebagian Rakyat dan Intelektual Ayodya. Ada yang meragukan Keterkaitan tiga Orang itu dengan terorisme, ada yang membenarkan Tindakan mereka, ada juga yang menentang Eksekusi itu karena alasan cacat Hukum. Tapi itu semua hanya Intermezzo indah yang sudah Daluarsa.

Dan … Muqaddimah Terorisme di Ayodya ini sebenarnya berawal dari niat beberapa orang – termasuk tiga orang yang tereksekusi – untuk melawan keangkuhan Alengka. Negeri yang diperintah oleh seorang Raksasa Kejam Berkepala Sepuluh, yaitu Sang Rahwana alias Dasamuka, demi membebaskan diri dari keterkungkungan, penindasan, ketidakberdayaan, dan kekalahan, yang sudah mengakar erat di Bumi Arcapada yang mereka rasakan. Mereka Benci, mereka marah, mereka kecewa  karena Sri Rama sebagai Ratu Ayodya Yang diagung agungkan Tak Berdaya Melawan Hegemoni Keangkuhan Rahwana. Sehingga menyebabkan mereka melawan dengan kekuatan dan cara mereka sendiri.

Akan Tetapi, Cara yang dilakukan Para Pejuang ini sangat bertentangan dengan Aturan dan Norma Yang Berlaku di Dunia. Karena Kebencian yang sangat dengan Rahwana, dengan Alengka, dengan Kroni Kroninya, mereka Menggeneralisir, menggebyah Uyah semua hal. Pokoknya yang ada sangkut pautnya dengan Alengka harus dienyahkan dan dieliminisir dari keikutsertaanya dalam percaturan kehidupan di Muka Bumi ini. Berbekal Logika Berpikir ini, berangkatlah mereka berjuang di medan laga membawa persenjataan modern dan canggih. Sederhana sekali sebenarnya Tujuan Mereka, membunuh Rakyat Alengka yang sedang berlibur menikmati keindahan Alam Ayodya. Dan ….. Terjadilah Peristiwa berdarah itu. Ratusan Manusia binasa dan bebarapa gedung Hancur berserakan akibat Aji Ajian Para Teroris yang menimbulkan Ledakan Dahsyat. Sungguh logika Berpikir yang Sesat dan Menyesatkan.

Saya Sedih, Saya Marah Sama Mereka,  Apakah Benar Musuh Mereka adalah Alengka ? Apakah Musuh Mereka adalah Rakyat Alengka ?, lebih jauh lagi, apakah Musuh kita semua adalah Alengka dan Rakyatnya ?. Bukan ! Jawab Sri Rama. Coba lihat Sekarang, sang Rahwana Sudah Turun Tahta dan Digantikan oleh Gunawan Wibisana yang Bijak memerintah Alengka.

Kemudian Sri Rama dengan Berapi api meneruskan orasinya di depan rakyat Ayodya, ” Bukan Alengka Musuh kita, bukan Sekutunya musuh Kita. Tetapi, Musuh kita adalah Keangkaramurkaan, Ketidak Adilan, Penindasan, Keserakahan, Kemiskinan, Kebodohan, terorisme, Korupsi, Kolusi, Nepotisme, ……. ”. Dan Sri Rama Tak lagi kuasa Melanjutkan Kata katanya.

Kategori: Celotehan

24 Komentar di “Gegap Gempita Terorisme Ayodyapala”

  1. 1. cebong ipieton 09 Nov 2008 at 5:36 am

    hayah
    mosok jaman dulu kala istilahnya teroris
    what a ipiety

  2. 2. senoon 09 Nov 2008 at 5:40 am

    bisa aja, terorisnya bawa bom g?

  3. 3. Daiichion 09 Nov 2008 at 5:56 am

    Teroris ma terorejing hampir mirip beda situasi… :-)

  4. 4. afwan auliyaron 09 Nov 2008 at 6:10 am

    teroris….. terong yang diiris .. :D

  5. 5. masDanon 09 Nov 2008 at 6:29 am

    @ cebong ipiet : Istilahe Bandot Mbak Bong, tapi kurang Keren, saiki kan lagi Rame Ramene Teroris, dadi yo Tak Jenengne Teroris …. :ketawa:

    @ seno : Terorisnya bawa Aji Lebur Sakethi sama Aji Sasrabirawa … :ketawa:

    @ Daiichi : Hampir ……..

    @ afwan auliyar : Terong diiris ?? eh bukan, Mereka ditembak Mati Mati Mati …… :malu:

  6. 6. ndopon 09 Nov 2008 at 7:20 am

    waduh pak de, aku ket mbiyen gak mudeng sejarah, tapi kok sampeyan mosting sejaraaah teruuus. hue..hue.. hue… gak mudyeng aku…

  7. 7. masDanon 09 Nov 2008 at 7:29 am

    @ ndop : kuwi bukan sejarah mas ndop….. crito wayang… mosok wong jawa gak ngerti crito ramayana …. piye tho ? :ketawa:

  8. 8. ekkeion 09 Nov 2008 at 7:50 am

    tulisannya bagus banget mas, bisa menyadur cerita wayang mengarah ke masalah2 aktual.

    terima murid ndak mas? :D

  9. 9. masDanon 09 Nov 2008 at 7:51 am

    @ ekkei : Waaaa Terimakasih …. Saya Masih Belajar Nulis Kok .. Sama Sama Belajar Yuk .. :hi:

  10. 10. AriefDJ®on 09 Nov 2008 at 8:00 am

    Aji - ajiane terlalu sederhana untuk menghasilkan kerusakan seperti itu.. Perlu menyan impor yg hanya ada di beberapa tempat. Jika disuruh merapal ulang dgn tingkat kerusakan yang sepadan, mereka tidak akan bisa, selain perlu menyan tradisional yg dlm jumlah mencengangkan, sisa - sisa menyan yg tersisa jg beda jika di uji forensik..

  11. 11. lalaon 09 Nov 2008 at 9:06 am

    sayah sunda! Ga tau critanya, tp bs nalar.. Heuheu.. Bagus.. Walau tetep bingung, jd pro kamana yeuh?? *roaming nasioanal

  12. 12. Ronggoon 09 Nov 2008 at 11:48 am

    kok thems nya kaya pernah liat ya

  13. 13. Raffaellon 09 Nov 2008 at 12:12 pm

    Jadi gimana nih ?

  14. 14. Pandaon 09 Nov 2008 at 5:19 pm

    Panda ingin merdeka sepenuhnya

  15. 15. wennyauliaon 09 Nov 2008 at 5:59 pm

    gunawan wibisana
    nama dosen saya tuh :))

  16. 16. antownon 09 Nov 2008 at 6:55 pm

    untuk melengkapi tulisan ini, silakan mampir di blog saya. ada sedikit ilustrasi saat eksekusi. Hehehe, maaf promosi disini.

    salam kreatif!!

  17. 17. sawali tuhusetyaon 09 Nov 2008 at 8:38 pm

    wah, jangan2 tulisan ini dalam rangka menyambut kematian, a2i (amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra), mas dan, hehehe … kisahnya dibuat bersayap, hehehe … semoga saja muncul rama2 baru yang menyukai kedamaian dan memusuhi keangkaramurkaan. jempol dua buat mas dan.

  18. 18. Eljaholicon 10 Nov 2008 at 1:05 am

    Huehuehue.. cara penyampaian yang sangat kreatif.. ga bosen jadinya :D

  19. 19. zoelon 10 Nov 2008 at 2:07 am

    owhh teroris dah ada dari dulu ya :D

  20. 20. masarifon 10 Nov 2008 at 2:33 am

    mosok obama dadi Gunawan Wibisana :D
    Apa iya ya? semoga wae…

  21. 21. suwungon 10 Nov 2008 at 2:47 am

    mengapa di bunuh nya hari minggu bukan senin ini?
    karena hari ini hari pahlawan
    takut kalo dijadiin pahlawan ama penduduk ngalengka

  22. 22. masdanon 10 Nov 2008 at 3:14 am

    @ AriefDJ® : Ndak Pake Menyan ….. :ketawa:

    @ lala : Pro Pemerintah …. :ngudut:

    @ Ronggo : Disini lihatnya … ayo diingat ingat ….

    @ Raffaell : Ya Begitu itu …

    @ Panda : saya juga … Merdeka ..!!!

    @ wennyaulia : Dosenya Pasti Baik ya ….

    @ antown : salam kreatif ..

    @ sawali tuhusetya : :ketawa: Pak Sawali Tahu aja …

    @ Eljaholic : Terimakasih … Sering Sering Berkunjung Ya …

    @ zoel : ada .. Itu Buktinya ..

    @ masarif : Itu Do’a saya …. Semoga ..

    @ suwung : Wah, Mungkin Juga …..

  23. 23. thevemoon 11 Nov 2008 at 3:36 pm

    banyak yang pro dan kontra……
    ada yang menganggap mereka syuhada..dan banyak yang mencelanya..

  24. 24. masDanon 12 Nov 2008 at 6:41 am

    @ thevemo : Kalo saya Menganggap Mereka Teroris dan Mencelanya … :ketawa: :ngamuk: :wow:

Trackback URI | Comments RSS

Tulis Komentar

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »