Hati dan Mainan, Kekanak Kanakanya seorang Dewasa

Ingatan saya kembali Melambung ke Masa Lalu, waktu saya Kecil, saya paling suka bermain Mobil Mobilan dengan Teman Teman sebaya saya. Kemanapun saya pergi dengan mereka, selalu saja membawa dan ngomongin yang namanya mobil mobilan itu. Pokoknya Mainan itu tak pernah jauh dari genggaman tangan saya, tak pernah terpisahkan dari kantong saya. Waktu Mandi, waktu Tidur, Waktu Makan, Waktu Ngaji, waktu sembahyang, dimana mana selalu saya timang, saya mainin, bahkan selalu saya pamer pamerin sama teman teman saya yang lain. Seolah olah mobil mobilan itu sudah merenggut tempat hampir setengah bahkan tiga perempat bagian hati saya.

Pernah suatu ketika Mobil Mobilan itu hilang, hati saya begitu terpukul, seakan akan tak akan ada lagi kegembiraan, tak akan ada lagi kebahagiaan yang bakal saya dapat, semua terlihat Hitam Menyesakkan. Saya Sedih, saya Teriak, saya Menagis, dan Saya Menjerit. Bukan Main Gelisahnya Perasaan Saya.

Mungkin Gambaran Kehidupan seperti pengalaman saya di atas, Dimana Tingkat Possesivitas sangat tinggi, bahkan sudah mengakar erat di hati, masih bisa dianggap wajar adanya. Karena pada saat itu saya masih kecil, masih Berjiwa kanak kanak, masih belum mengerti baik dan buruk, masih Belum “Njowo”.

Tapi bayangkan, bila ada orang yang sudah dewasa, sudah berubah warna Rambutnya menjadi Belang Dua, yang notabene sudah dianggap berakal sempurna, sudah bisa menentukan baik dan buruk bagi dirinya, masih saja mengantongi mobil mobilan, masih saja mencintai mobil mobilan, masih saja membangga banggakan Mobil mobilanya, dan masih tetap bermain main dengan mobil mobilanya itu kemanapun dia pergi, pastinya wajar bila ada orang yang meragukan “Kewarasan” nya.

Bayangkan juga bila diusia yang sudah menginjak kepala 4, kepala 5, kepala 6, bahkan kepala Tujuh, orang masih kesana kemari dan tidur dengan selalu membawa mobil, Villa Mewah, Pesawat Terbang, atau Kapal Pesiar di Kantongnya, dihatinya, di fikiranya. Tentunya Orang tersebut Juga layak kalau Diragukan “Kewarasanya”.

Bukankah Villa, Mobil, Pesawat terbang, dan Kapal Pesiar itu pada dasarnya sama saja dengan Mobil Mobilan ?. Yang Membedakan sebenarnya hanya Bentuk Fisik dan Harganya saja Kan?.

Tak Heran bila di Indonesia Tingkat Korupsinya tergolong “Berderajat” Tinggi di Dunia, karena saya banyak menemukan Orang orang seperti tersebut di atas. Mungkin diri saya Sendiri juga termasuk dalam Kelompok itu. Tapi saya mau Berubah, Bagaimana Dengan Yang Lain ???.

Saya kembali teringat Do’a yang diajarkan Gus Miek ( K.H Hamim Djazuli ).

Allahummaj’aliddunya Tahta Aidiina, wala taj’alha fi Qulubina

“Duh Gusti Allah, Taruhlah Duniya ini di dalam Genggaman Telapak Tangan Kami, Jangan Taruh di dalam Hati Kami”.

Wallahu a’lam

34 Komentar di “Hati dan Mainan, Kekanak Kanakanya seorang Dewasa”

  1. 1. cebong ipieton 03 Nov 2008 at 2:44 am

    ngelindur “blog ..blog..blog…cebongipiet.blogspot.com”

    aku waras ndak masDan?

  2. 2. cebong ipieton 03 Nov 2008 at 2:46 am

    Possesiv Kompulsif
    Kurangnya rasa syukur

  3. 3. masDanon 03 Nov 2008 at 2:47 am

    :argh::ampun::begadang::bosen::capek::hi::hiks::kagum::kenyang::keren::mabok::malu::ngamuk::marah:
    :mentok::nyerah::cool::muntah::naksir::nangis::ngakak::ketawa::ngayal::ngudut::ngupil::sakit::dingin:
    :tolong::wow:

  4. 4. masDanon 03 Nov 2008 at 2:49 am

    @ Mbak Bong : Saya Juga Kepengen Ngetes Tingkat Kewarasan Saya Mbak … Cuma Belum Menemukan Tempat Yang pas, Yang saya Takutkan gimana kalo Pemeriksanya Juga Ndak Waras … :sakit:

  5. 5. Antonon 03 Nov 2008 at 4:25 am

    Begitulah Mas…kalau kita belum pernah merasakan jadi orang kaya, mempunyai harta berlimpah. Mungkin kita akan berprilaku seperti itu…hanya orang-orang yang beriman bisa membedakan yang hak dan batil

  6. 6. suwungon 03 Nov 2008 at 4:50 am

    bukankah itu malah merupakan suatu keinginan biar seseorang dapat meraihnya? sesuatu spirit agar dia bisa menwujudkanya biar punya villa pesawat etc etc?

  7. 7. masDanon 03 Nov 2008 at 4:54 am

    @ Anton : Setuju …

    @ suwung : Spirit sih Boleh, Tapi yang saya Permasalahkan itu Posesivitas yang sampai mendarah daging, sampai Menjerat dan mengikat erat di Hati Orang itu Lho mas. Seolah Olah hanya ada dia dan hartanya saja. tapi mungkin juga Perhatian saya itu salah. :ketawa:

  8. 8. Pandaon 03 Nov 2008 at 7:04 am

    bukankah sikap kekanakan itu alami mas ? dan semua orang pasti mengalaminya waktu tua ?

  9. 9. jiyofineon 03 Nov 2008 at 7:52 am

    bener kata lho…
    Harusnya umur segitu tuh udah mikirin gelapnya alam kubur sana!!
    gak tau lagi denk…kalo baru punya mobil2′an ato apa itu namanya :-D

  10. 10. ndopon 03 Nov 2008 at 8:26 am

    sampek kapan sampeyan ngetik semua emoticon kuwi?? wekekeke…

    semoga saya ndak masdan, saya suka hidup sederhana, ngontel, mlaku, malah luwih nikmat timbang ngebut2 gak jelas…

  11. 11. masarifon 03 Nov 2008 at 9:00 am

    Semoga bukan ungkapan kekalahan :) _____________

    Kaya, mampu, raya, tangguh adalah sebuah keharusan. Kesederhanaan bukan berarti ketidak mampuan, tapi bagaimana tetap tampil sederhana meski sudah bermobil, berpesawat, ber… (mimpi) (saya) ( :) )

  12. 12. masDanon 03 Nov 2008 at 9:37 am

    @ Panda : Alami, Kayak Puber ke dua juga alami. Tapi masak sampai segitunya .. :malu:

    @ jiyofine : Ngumpulin Bekal buat Hari Depan … :ketawa:

    @ ndop : Sampek Iso ditampilne nyang Komen Area …. :ketawa:

    @ masarif : iya bener, Makanya saya tulis cuplikan Pelajaran yang saya dapat dari Gus Miek itu. :keren:

  13. 13. Yopan Prihadion 03 Nov 2008 at 9:50 am

    Eiitt…Saya tidak termasuk orang seperti itu….
    Saya lebih memilih menerima apa adanya dan mensyukuri apa yang sudah saya dapatkan…
    Bukankah rasa syukur itu bagian dari bentuk keikhlasan kita kepadaNya….
    Hayooo..gimana..setuju ga nih..

  14. 14. grubikon 03 Nov 2008 at 10:34 am

    anak kecil adalah mereka yang selalu ingin memaksakan keinginannya,
    ya, anak kecil kalo keinginannya gak dituruti kan gero-gero smpai maunya dituruti,

    cuma kalo punya kekuasaan gero-geronya tentu dengan cara yang lain, tapi tetep egois egosentris, salah satunya ya korupsi…

  15. 15. galihyonkon 03 Nov 2008 at 10:39 am

    Iki mungkin sebab musabab e mas Dan…

    Wong tua-tua sing nang Endonesia iku durung “Dewasa”…

    Njaluk mobil-mobilan terus e… :mrgreen:

    nek duik e dhewe gak po po, tp nggawae duil e rakyat e…
    wah iku sing nggarai rakyat sengsoro…

    Ck Ck Ck…

  16. 16. suwungon 03 Nov 2008 at 10:52 am

    kasihan peterpan kalo gitu hi hi hi hi hi
    manusia yang ngak mau dewasa (kayak aku ini)

  17. 17. Elys Welton 03 Nov 2008 at 1:49 pm

    lagi2 soal korupsi :)

  18. 18. Yulison 03 Nov 2008 at 3:31 pm

    Menurut pendapat pribadi saya mas Dan, meang sudah menjadi sunatullah jika seorang lelaki itu akan selalu menyukai mainan seperti ini dari balita sampai dewasa. Tetapi hal itu tidak menjadi masalah asalkan cara mendapatkanya dengan bekerja keras dan jalan yang halal.

    Yang mas Dan sampaikan itu memang salah, karena dia melakukan korupsi untuk memenuhi hasrat dalam memiliki kegemarannya.

    Terimakasih

  19. 19. Eljaholicon 03 Nov 2008 at 3:47 pm

    Saya punya sodara orang penting di pemda DKI.. dia punya mobil jaguar 2.. gila ga?? duit dari mana tu bisa beli 2 mobil yang harganya diaras 1M?? haha.. saya yg masih sodara aja jijik liatnya.. gimana orang lain ya? :p

  20. 20. FaDeLon 03 Nov 2008 at 4:31 pm

    ngunatuk bo’ :begadang:
    bengi2 neng warnet

  21. 21. wennyauliaon 03 Nov 2008 at 5:29 pm

    wah…jangan-jangan saya ndak waras jg :))

  22. 22. Apingon 03 Nov 2008 at 6:47 pm

    Sungguh post yang sangat dalam dan menyentuh hati saya…

    terima kasih masDan

  23. 23. sekelebatsenjaon 04 Nov 2008 at 1:56 am

    hmm, menarik juga…
    keinginan kanakkanak terbawa dewasa.

  24. 24. ekkeion 04 Nov 2008 at 2:43 am

    saya masih seneng koleksi mobil2an mas, soale mau koleksi mobil non-mainan blum kuwat :)

  25. 25. gajah_pesingon 04 Nov 2008 at 3:33 am

    aku dulinan gajah sek yo…

  26. 26. easyon 04 Nov 2008 at 5:05 am

    saya pengen korupsi, tapi apa daya tak punya kesempatan.. :D

  27. 27. arifron 04 Nov 2008 at 10:07 am

    Dan dunia ini adalah dunia duniaan, urip mung urip2an, karena dunia sesungguhnya adalah akhirat dan hidup sesungguhnya adalah seteah kita meninggal kelak….

  28. 28. norjikon 04 Nov 2008 at 11:44 am

    yah biarlah mas mreka itu, kita sama2 doakan aja smoga bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan rakyat nya juga memiliki jiwa yg besar serta tidak serakah. Amin

  29. 29. Ardy Pratamaon 04 Nov 2008 at 3:11 pm

    doakan mreka smoga trbuka hatinya.. :)

  30. 30. ainulfahmion 05 Nov 2008 at 1:59 am

    eh!!!!
    emangnya bisa ya !!!!
    Dari punya mobil-mobilan lalu punya mobil beneran !!!!
    plus apa ada hubungannya antara mobil-mobilan dengan korupsi!!!!
    tapi itu semua tergantung dari orangnya sendiri ok!!!!
    makasih ya sudah mampir !!!!
    tukeran link yukz!!!!!

  31. 31. aion 05 Nov 2008 at 2:13 am

    yah…itulah potret masyarakat indonesia saat ini, segala sesuatunya di hargai dengan uang dan kekayaan

  32. 32. senoon 05 Nov 2008 at 7:31 am

    Yah, saya tertarik dengan kata “njowoni”, entah kenapa kalau ada orang yang bertingkah cengengesan, tidak sopan, tidak menghargai karya orang (gambar, tulisan, pendapat, dsb), pokoknya yang jelek2 lah, dibilang “ora njowoni”. Saya jadi tersentuh dan belajar untuk “njowoni”, Salam Mas Masdan.

  33. 33. Sarahon 07 Nov 2008 at 6:07 am

    Terkadang ada org yg tak menyadari ttg perubahan yg seharusnya bisa mereka perjuangkan untuk menjadi labh baik, kesenangan duniawi membuat merek realistis betapa villa, mobil, pswat rumah bsr adalah sesuatu yg sulit didapatkan dan tidak semua org bs memilikinya tp meeka tak sadar ttg sebuah hakikat, tanggung jwb, berbagi, mengikhlaskan dan memberi..

  34. 34. broon 25 Dec 2009 at 2:48 am

    wew sunggu menyentu :hi: :hi: :hi: :hi: :hi: :hi: :hi: :hi: tapii aku lagi sakit ni :sakit:

Trackback URI | Comments RSS

Tulis Komentar

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »