Akhir akhir ini, kata ”MUDA” menjadi semacam ”Dagangan” yang sangat Laku untuk ”dijual”. Akibatnya, banyak yang memakai Kata ”MUDA” itu Untuk ”Jualan” sana sini demi kepentingan Pribadi atau golongan. Supaya Lebih Laku, kata ”MUDA” tersebut dibungkus dan disandingkan dengan berbagai macam kata yang menggoda selera, Diiklankan di Televisi dan Radio, disebarluaskan melalui Surat Kabar Nasional dan Daerah, serta dipublikasikan lewat Media Internet yang bisa diakses siapa saja. Tapi, Disini saya Ndak Ngomongin Ekonomi dan Ubo Rampenya, walaupun ada sangkut pautnya dengan kata Jual menjual. Saya Cuma mau urun Rembug soal Politik. Ndak usah politik yang Muluk muluk lah, politik yang biasa biasa saja, yang sederhana, dan ala kadarnya saja.
Nah, Kemaren saya mengikuti sebuah Diskusi Politik di Gedung AJB FISIP UI dengan Tema ”Merumuskan Agenda Politik Kaum Muda dalam Pemilu 2009”. Karena Temanya sedang marak diperbincangkan, diperdebatkan, dan diperebutkan, makanya, saya menghadiri acara Tersebut. selain itu, yang membuat saya tertarik, Pembicaranya Juga termasuk tokoh yang rame digosipkan media, sebut saja Prof Yusril Ihza Mahendra ( Dosen FH UI – Calon Presiden ), Rizal Mallarangeng Ph.D ( Direktur Freedom Institute – Calon Presiden ), Eep Saefullah Fatah ( Pakar Politik – Dosen Ilmu Politik UI ), dan pembicara lain yang ndak Begitu terkenal, Djoko Edie ( Caleg PPP ), dan Muhammad Sabri ( Wakil Mahasiswa ).
Dari Kiri ke Kanan : Rizal Mallarangeng, Eep Saefullah Fatah, masDan dan Prof Yusril, Para PembicaraBanyak Pemikiran dan pandangan menarik yang dipaparkan oleh para Pembicara. Prof Yusril yang tampil pertama begitu memukau Peserta diskusi dengan kalimat kalimatnya yang basah Kuyub Konstitusi dengan elaborasi Ungkapan Khas Yusril Ihza Mahendra yang tenang tapi kharismatik. Rizal mallarangeng sebagai Pembicara Kedua Kebanyakan menyoroti permasalahan Ekonomi, Pendidikan dan Kesejahteraan dengan banyak sekali Menyitir Pendapat Tokoh Tokoh Dunia, tak Lupa beliau juga Sering menyebut nyebut mottonya yang khas, If There’s a will there’s a way. Djoko Edi yang mendapat giliran ketiga, menurut saya tidak Begitu Menarik pembicaraanya, dia tampil begitu Grogi sehingga Berpengaruh juga terhadap Artikulasi kata yang diucapkan, sering mengulang ulang kalimat yang sebenarnya ndak perlu, dan hanya Berorientasi pada ”Imagisasi Diri”. Si Sabri dari kalangan Mahasiswa, dengan Pemikiran Khas anak Mudanya, begitu semangatnya membahas dan meyakinkan Audience tentang Pentingnya Peran Pemuda dalam Proses Perubahan Sistem dan Budaya Bernegara. Akhirnya, Eep Saefullah Fatah dengan bahasa Khas Politician memaparkan dengan Gamblang tentang Peruntuhan Tali Kendali di Tangan Para Tetua, atau yang disebutnya Eliminasi Gerontokrasi, serta Peranan pemuda dan tantanganya di masa Datang.
Lebih dari itu, Saya sungguh kecewa saat dimulainya sesi tanya Jawab. Banyak Audience yang bertanya Keluar jalur alias OOT, mereka Lebih terpaku pada sisi Personalitas Pembicara dengan menanyakan Permasalahan Pribadi Pembicara tanpa memperhatikan Topik dan Tema yang didiskusikan. Itulah sebenarnya yang saya takutkan di awal diskusi yang mengundang Tokoh Tokoh Terkenal sebagai Pembicara. Walaupun memang saya akui kalau adanya Tokoh Tokoh tersebut bisa menyemarakkan acara, tapi sisi negatif dari Penghadiran Tokoh Tokoh itu bisa sangat Merusak jalanya Diskusi yang sudah ditetapkan Topik dan Temanya, yaitu Keterpakuan Audience pada sisi Personalitas Tokoh bukan pada Topiknya.
Mengenai Dikotomi antara Tua dan Muda sendiri, sebagai Landasan diadakanya Diskusi ini sebenarnya kurang saya setujui. Definisi Muda terlalu kabur, apakah yang dimaksud muda itu hanya dilihat dari Umurnya. Padahal Banyak Tokoh yang dianggap tua secara Umur Punya ide, semangat, pikiran Muda dan Revolusioner. Serta, tak sedikit Pula Yang Mengaku sebagai Anak Muda, tetapi tetap Teguh memegang Prinsip Prinsip Pemerintahan Tinggalan Kaum Tua. Oleh Karena itu, Sebagai Bocah Ndeso yang ndak tahu Politik, Yang saya Pikirkan Cuma Hidup Nyaman, aman, Tentram tanpa Gangguan, Harga Murah, Kesehatan Terjamin, Pendidikan Anak Cucu Terjangkau tapi Berkualitas, serta Kesejahteraan Masyarakat Terpenuhi. Siapapun Pemimpinya, entah itu Tua atau Muda. Silahkan anggap saya Seorang Apatis, itu hak Sobat Semua.
Wallahu a’lam

galihyonk
1 year ago
Pertamax….
Klo Muda jiwanya masih fresh mas..
Mas Dan gak ndaftar jadi presiden sisan to?
hwahahaha…
Anton
1 year ago
Wah menarik sekali temanya…salam kenal
cebong ipiet
1 year ago
ndak peduli mo muda mo tua nyang penting dedikasi ama hasil nyatanya
titik ndak pake koma apalagi spasi
MQ Hidayat
1 year ago
Waduh, bisa foto bareng pak yusril.
pengen..
Pemimpin tua ato muda, bagiku sama aja. Sistemnya masih tetep aja bgini. Yang ada cuma ganti orang.
seno
1 year ago
Kalo saya sih yang penting Pemimpinnya jujur dan amanah. Kalo dua itu udah ada pada seorang pemimpin, hal2 lain pasti bagus. Kita juga pemimpin (katanya sih), makanya kita juga harus amanah. Eh… kebagian PR, ya sudah semampunya saya kerjain. Salam buat Mas Masdan dan semua penggemarnya.
dion
1 year ago
sbg org yg ga ngerti politik,aku milih partai Dung Dung Preeet…..
*tampang goblok*
masDan
1 year ago
@ galihyonk : Ndak ada Partai Yang Nglamar saya Mas.
@ Anton :
Salam kenal Juga .
@ cebong ipiet : Setujuh.
@ MQ Hidayat : Setujuh.
@ seno :
salam Juga buat seno beserta Penggemar Penggemarnya. 
@ dion : Saya Milih Partai masDan dot net
sekelebatsenja
1 year ago
yang muda yang merdeka kali ya :D
banyak kali nih yang bahas pemuda. ck ck ck seharian ini keliling nemu orang yang bahas pemuda. apa pemuda lagi naik daun ya
masDan
1 year ago
@ sekelebatsenja : Pemuda Lagi Pada Naek Genteng, Benerin Atep Biar Nggak Bocor Waktu Ujan ..
norjik
1 year ago
ndak tua ya ndak muda, klo pemimpin kita gk di dukung sama lain nya atau kasarnya lawan2 politiknya dulu ya sama aja. Kl cmn percaya sama janji2 aja khan sulit, soalnya mreka yg blm prnh jd persiden itu ndak prnh turun ke medan jd apa yg mreka ucapkan itu kan bs di blg cmn RENCANA …ndak lbh dari sebuah RENCANA. Intinya itu ya kesadaran petinggi2 yg lain untuk saling dukung mendukung dan tentunya menjunjung tinggi sportivitas.
sawali tuhusetya
1 year ago
wah, pembicaranya bener2 orang top dan sudah lama jadi figur publik dalam soal2 politik. kalau menurut saya, batasa kaum muda dan tua, sudah sangat jelas. saya simple saja dg menggunakan ukuran usia, kalau memang kenyataannya masih banyak kaum muda yang tua semangatnya, bisa jadi lantaran tak pernah berusaha meng-upgrade diri. kaum muda sudah saatnya tampil di atas panggung politik.
Yopan Prihadi
1 year ago
Dikotomi tua dan muda dalam dunia politik sudah lumrah menjadi bahan perbincangan dan sepertinya ini adalah perjalanan menuju kedewasaan berpolitik.
Tidak hanya di Indonesia….Di USA sana…biangnya demokrasi, juga sama selalu tarik ulur dengan urusan dikotomi tua muda..
Yg. penting bagi kita…harga muraaaahhh….Tul ga’ nih..
masarif
1 year ago
lama saya berpikir karena ingin menegasi pernyataan tua dan muda. Kok dak ketemu-ketemu, ya..
sandi
1 year ago
Muda itu fresh. Muda itu kreatif. yang antusias itu orang muda. yang membawa perubahan orang muda. Hidup muda…
Raffaell
1 year ago
Wah, berbakat, kalo muda itu produktip…haha
arifr
1 year ago
Muda, itu Praja Muda Karana..tukeran link ya..
det
1 year ago
tua muda itu bukan hanya urusan usia kok masdan, tapi lebih ke perasaan. merasa muda, merasa tua, merasa cantik, merasa jelek. kadang merasa muda lebih penting daripada muda itu sendiri ;)
Kaka
1 year ago
masa bodoh deh mas asal jangan korupsi aja nantinya
http://asephd.co.cc
masDan
1 year ago
@ norjik : Itulah Masalahnya, Gontok Gontokan di atas Begitu merajalela. Sebenarnya kalo sudah ada Pemimpin ya didukung, kalo ada khilaf diingatkan. Bukan cacian atau Fitnahan yang Keluar.
@ sawali tuhusetya : Masalahnya, Kenapa Kaum Muda Nggak Pernah Tampil ?. Apakah karena Memang Kemampuanya Ndak Qualified ? ataukah Memang ada Hadangan dari Struktur yang sudah dikuasai kaum Tua Itu ?.. Pusing saya.
@ Yopan Prihadi : Apakah dikotomi itu memang wajar adanya, ataukah hanya untuk Jargon Politik sesaat golongan Tertentu. Harga Murah. Yess
@ masarif : Saya Juga Belum Nemuin Senter saya Yang Hilang Mas, Dimana Ya
@ sandi : Hidup Indonesia
@ Raffaell : Produktif, berarti Hormonya Tinggi ya ??
@ arifr : Muda itu Palang Merah Remaja, Lho Kok … Sudah Saya Link mas ..
@ det : Saya harus Merasa Muda Terus
@ Kaka : Jangan Korupsi Juga Ya mas …
suwung
1 year ago
bagai mana dengan muda muda tapi dah korups?
masDan
1 year ago
@ suwung : makanya saya ndak Mempermasalahkan Tua atau Muda, Yang Penting Kepribadianya, Dedikasinya, Integritasnya, Kejujuranya, Keadilanya……
ndop
1 year ago
waaaah… awakmu kok wis tahu ndemek wong-wong gedhe yo.. hahaha… mulai Kick Andy, Yusril Ihza Mahendra, wooo… suangar pek…
kapan ya aku photo bareng bjork opo merraiyah kewri??? hehehe…
FaDeL
1 year ago
ben bek yow
ciwir
1 year ago
satu lagi yang laku buat jualan : PUTIH
kata2 putih adalah kata paling hot dalm iklan. untung gak ada iklan politik yang ngomong Saatnya Orang yang Putih memimpin…
ya minimal yang keputian-lah (kelihatan putih maksudnya… :D