Uwong : Dari Jawa ya mas ?
masDan : Iya, Mas Sendiri ?
Uwong : Podho, Jowone Ndi mas ? aku Teko Semarang.
masDan : ooo, Semarang, Aku teko Nganjuk.
Uwong : Nganjuk Kuwi Endi mas ? Jebole, enek yo Kabupaten Sing Jenenge Nganjuk.
Bagi seseorang yang merantau jauh dinegeri orang, pertanyaan pertanyaan di atas memang lumrah kala bertemu dan berkenalan dengan Sahabat sesama daerah. Tapi coba sahabat cermati sekali lagi. Isi atau kandungan makna dari pertanyaan diatas sungguh menyiratkan kurang berhasilnya, Kalau tidak boleh dikatakan gagal, pendidikan Sejarah untuk generasi Muda Indonesia. Pasti sahabat bertanya, “apa hubunganya kenalan sama sejarah ?”.
Begini sahabat, dari cuplikan perkenalan di atas, dapat ditarik dua hal, yang pertama masDan tahu dimana itu Semarang. dan yang kedua si “Uwong” tidak mengetahui kalau ada Kabupaten yang namanya Nganjuk. itulah dua Poin yang paling penting. Semarang memang terkenal, bukan hanya karena semarang merupakan Ibukota provinsi Jawa Tengah, ataupun karena ada Masjid Agung dengan menara Asmaul Khusna, lebih dari itu, kalau kita menelisik lebih jauh ke belakang, akan kita dapati peranan Semarang dalam Penyebaran Agama Islam di Jawa Tengah dengan tokohnya Ki Ageng Pandanarang yang kemudian pindah ke Klaten, tepatnya di Tembayat. Wajar kalau orang pasti tahu Semarang itu apa dan dimana, terlepas dari unsur kesejarahanya.
Lalu mengenai Nganjuk, Orang sekarang, katakanlah yang sudah Lulus SD, bisa bilang ndak tahu nganjuk karena memang secara Faktual Nganjuk itu kota Kecil, itu tidak bisa dijadikan alasan. Dalam Pendidikan sejarah yang diajarkan mulai dari SD, nama Nganjuk sudah dibawa bawa. Coba sahabat lihat dan cek di Bab yang membahas Kebangkitan Nasional 20 Mei itu, Sahabat akan menemukan nama seorang dr. Soetomo sebagai penggerak kebangkitan nasional. Lho, apa hubunganya Kebangkitan Nasional, Nganjuk, sama dr. Soetomo ?. weit, tunggu dulu sobat, orang yang namanya dr. Soetomo itu lahir dan dibesarkan di Nganjuk.
Kalau mau menengok lebih jauh ke belakang, di bab yang menerangkan Tentang Kerajaan Majapahit, disitu dijelaskan bahwa Prabu hayam Wuruk, Raja terbesar majapahit, dimakamkan di Candi tajung di daerah Nganjuk, tepatnya di daerah Ngetos yang dulunya merupakan daerah taklukan majapahit yang bernama Ngatas Angin.
Kalau generasi muda ndak tahu Apa itu Nganjuk ya kebangetan. berarti hipotesis saya tentang kegagalan Pendidikan Sejarah itu benar. Wallahu a’lam.
tewe
1 year ago
pinter,jenius
tewe
1 year ago
kok dimana2 sama ya???
FaDeL
1 year ago
Alu wong nganjuk loh
marsudiyanto
1 year ago
Kalau Kendal, orang tadi tau ndak ya…
Jangan2 ndak tau juga. Padahal plat mobilnya sama2 “H”
masdan
1 year ago
@ marsudiyanto : Kalau Nggak tahu Ya Kebangetan Pak ….. Podo H ne …
Lurah ngGuyangan
1 year ago
mas, sampeyan harusnya njawabnya ditambahi.. “Nganjuk yang ada ngGuyangan-nya itu lho..” kalo pernah naik Sumber Kencono pasti tau.. soalnya kernet mesti teriak2 “prapatan ngguyangan… prapatan ngguyangan… ” halah malah nggladrah…
Khrisna
1 year ago
Wah jan kebangeten tenan koq, mosok Nganjuk tercinta sampék gak dikenal “uwong” :(
Pantes di getuni lan nlansa bathin kie…
Rekan2 Blogger Nganjuk, ayo rame2 bikin postingan tentang Nganjuk. Biar dikenal “uwong”
Mesakne masDan looh
Salam Kota Bayu