Belajar dari Tukang Bersih Bersih

Ada satu hal yang mengusik Pikiran saya. Kemaren saya bertemu dengan Tukang bersih bersih taman kampus. Ketika saya Lewat disampingnya, dia terjatuh gara gara kesandung Bangku taman, dan di dekat Bangku Taman itu kebetulan ada genangan air yang membuat tanah ditempat itu becek. Yang membuat saya tertarik adalah perkataan awal yang meluncur dari mulutnya ketika dia jatuh. Bukan Pisuhan atau Umpatan, bukan pula Jancok” ataupun “Nama Nama Binatang Haram”. Dia malah berkata “Untung Jatuhnya tidak di tempat Becek”. Saya jadi berfikir, Dalam sekali makna yang dikandung oleh perkataan si Bapak Tukang Bersih bersih itu.

Saya kembali teringat perkataan ibuk saya. Kita, orang timur terkenal sebagai orang yang selalu dapat berfikir positif bila ditimpa musibah. Waktu Ibuk saya mengatakan itu, saya Belum tahu apa maknanya. Tapi setelah mendengar ucapan Tukang Bersih Bersih itu, Saya benar benar baru “ngeh”. Coba sobat semua pikir, meskipun orang itu sudah terjatuh, tetapi ia masih bisa berfikir positif dengan mengatakan “untung jatuhnya tidak di tempat yang becek”.

Berfikir Positif itu perlu, untuk me-manage hati supaya tidak mudah patah ketika mendapat musibah atau cobaan dan tidak mudah terlena oleh Kesenangan. Sayangnya, perkataan “untung” ini keluar hanya ketika mendapat musibah, jarang sekali kata Untung itu muncul waktu Orang mendapatkan sebuah nikmat atau Kebahagiaan. Misalnya, Suatu waktu ada orang yang mendapat rizki lebih sedikit dari temanya atau tetangganya, Jarang sekali keluar kata “Untung” atau “Syukur”. Kebanyakan yang terdengar malah ungkapan kecewa, “Kok saya dapat rizki lebih sedikit dari teman saya ya, padahal saya bekerja lebih keras dari dia”. Ungkapan tersebut Seolah olah menunjukkan bahwa nikmat yang baru didapatnya telah berubah menjadi semacam musibah.

Nah, Kenapa tidak kita kembangkan saja jiwa positif kita tidak hanya pada saat ada musibah, tapi berfikir positif juga pada saat Menerima nikmat kebahagiaan. Saya akui, Memang Sulit, sulit sekali. Tapi Sulit bukan berarti ndak bisa kan ?.

Wallahu a’lam

36 Komentar di “Belajar dari Tukang Bersih Bersih”

  1. 1. jiyofineon 30 Oct 2008 at 5:07 am

    Subhanallah….
    betapa indahnya seandainya fikiran sperti itu muncul di setiap langkah kita,,,,

    Kalo orang surabaya pasti bilang….*janccuuuk*
    hehehehe

  2. 2. Apingon 30 Oct 2008 at 6:24 am

    Sebenarnya masuk akal juga sih, dari pada mengumpat tidak karuan lebih baik positive thinking.

    mungkin kalau belum terbiasa bakal jadi aneh bgt ya…
    masak orang jatuh dibilang untung?

  3. 3. don45on 30 Oct 2008 at 9:18 am

    WAh jarang lho ada orang yang kaya gitu !!!

  4. 4. suwungon 30 Oct 2008 at 9:26 am

    kalo di desaku selalu saja ada untung

    jatuh tetep untung
    tabrakan tetep untung
    mati aja tetep untung
    ditinggal mati istrinya tetep untung
    namanya untung sutirno

  5. 5. cebong ipieton 30 Oct 2008 at 9:51 am

    ck ck ck bijak kali kau Nak

    nyang hobi misuh kalo kena musibah, lah sudah kena musibah kok ya di tambah lagi mencatetkan keburukan

  6. 6. presy__Lon 30 Oct 2008 at 10:43 am

    jarang bgt tuh denger ucapan kaya gitu.. bagus.bagus..
    sayangnya sekarang lebih banyak ucapan latah2an gitu..

    anak FHUI ya??

  7. 7. dije kesasaron 30 Oct 2008 at 11:13 am

    wah .. emang kita mesti lebih bersabar ..

  8. 8. adinataon 30 Oct 2008 at 11:14 am

    itu tukang sapu, pasti luhur budi pekertinya, hingga dia bisa menjaga setiap perkataannya .. saluttt ..

  9. 9. gajah_pesingon 30 Oct 2008 at 11:23 am

    piye iki…kok malah belajar ? di tenani nuw…

  10. 10. harry potteron 30 Oct 2008 at 11:29 am

    wah kok bisa yah…..

  11. 11. zoelon 30 Oct 2008 at 11:37 am

    walau sulit tetap kan ku coba :mrgreen:

  12. 12. budion 30 Oct 2008 at 12:22 pm

    Indonesia adalah negara serba untung………………….

    “untung langsung mati dari pada hidup sekarat”

    :)

  13. 13. ahaon 30 Oct 2008 at 12:33 pm

    untung aku baca blog ini neh.. jadi bisa ngambil hikmahnya… he2

  14. 14. sawali tuhusetyaon 30 Oct 2008 at 12:37 pm

    kata2 ibu masdan itu memang sungguh bijaksana. tidak perlu mengumpat ketika sedang mendapatkan musibah. karena di balik musibah itu pasti ada hikmah berharga yang bisa dipetik. tak perlu berlebihan ketika sedang mengalami sebuah peristiwa, tak larut dalam duka ketika mendapat musibah dan tak terlalu tenggelam dalam kesenangan ketika sedang mendapatkan anugerah. sakmadya, sakbutuhe, sakcukupe. *walah kok jadi sok tahu saya, haks*

  15. 15. sekelebatsenjaon 30 Oct 2008 at 1:34 pm

    wedew..aku kok yo kesentil sama postingan ini. hehehe
    blom bisa menghilangkan ucapanucapan mengumpat e..angel tenan

  16. 16. dondanangon 30 Oct 2008 at 2:24 pm

    tau gak berpikir positif itu bisa menhilangkan aura negatif. *Halah* Btw, selalu ingat ucapan ibu, jangan pernah membantah ucapannya. :D

  17. 17. galihyonkon 30 Oct 2008 at 2:35 pm

    Iya mas…

    Orang Timur terlalu pasrah juga dengan keadaan.. :mrgreen:

  18. 18. Yopan Prihadion 30 Oct 2008 at 2:57 pm

    Berpikir positif…..
    Ini yang paling saya suka dengan artikel ini..
    Berpikir positif membawa kita menjadi orang yang berjiwa besar..
    Menarik sekali artikelnya mas..
    Sukses untuk Anda…

  19. 19. JAUHDIMATAon 30 Oct 2008 at 7:06 pm

    seep,seep. cocok,cocok
    seandainya hal itu diajarkan di dunia pendidikan, dan diimplementasikan dalam kehidupan
    alangkah indahnya hidup.

  20. 20. andi thimbuon 30 Oct 2008 at 9:32 pm

    nice posting, thank atas sharingnya

  21. 21. Lalaon 31 Oct 2008 at 2:28 am

    setuju… berpikir positif bikin kita jauh dari penyakit stress juga :D

  22. 22. senoon 31 Oct 2008 at 4:02 am

    Ya, positif thinking akan membuat kita di positifin orang lain. BTW emang abis uts apa?

  23. 23. masdanon 31 Oct 2008 at 4:06 am

    :argh::ampun::begadang::bosen::capek::hi::hiks::kagum::kenyang::keren::mabok::malu::ngamuk::marah:
    :mentok::nyerah::cool::muntah::naksir::nangis::ngakak::ketawa::ngayal::ngudut::ngupil::sakit::dingin:
    :tolong::wow:

  24. 24. Sarahon 31 Oct 2008 at 4:21 am

    kyk pljrn Quantum ikhlas tuch, pernah bc g bukunya?? Hehe *promosi*
    bahwa berfikir positif akan menghasilkan enerfi yg psotif jg dalam diri Qta, dan pd akhirnya akan membawa diri Qta ke hal2 yg positif pula, dan Insya Allah membw pengaruh yg baik buat diri Qta, dan org lain yg berada di sekitar Qta…jadi, berfikir positif mmg baik, minimal buat diri Qta sendiri…. :hi:

  25. 25. easyon 31 Oct 2008 at 5:20 am

    sangat sulit. tapi memang pasti bsia dilakukan.
    saat aku tertimpa musibah juga, yang ada diotak ini adalah mencoba utk terus berfikir positif, mencoba utk terus melawan sedih..
    karna aku tau, ini adalah soal waktu…

  26. 26. gilangon 31 Oct 2008 at 5:49 am

    yap, sulit bukan berarti gag mungkin dilakukan.. perubahan bisa dilakukan dari diri sendiri =)
    kita bisa belajar dri sapa saja =) nice post salam kenal ya, dan
    :ketawa:

  27. 27. afwan auliyaron 31 Oct 2008 at 6:18 am

    memang harus banyak belajar, :kagum:
    krn memang, hal itu harus senantiasa dibiasakan …
    dan berpikir positif memang sgt membantu untuk mencharge motivasi

  28. 28. Elys Welton 31 Oct 2008 at 6:40 am

    belajar memang bisa dr siapa saja khan ? :P

  29. 29. johanison 31 Oct 2008 at 8:41 am

    yap, rejeki atau musibah semua ada sisi positifnya, yg perlu kita lakukan hanyalah bersyukur..
    baca juga post ini: pesan kesehatan di hari blogger nasional

  30. 30. Edi Pswon 31 Oct 2008 at 9:35 am

    Kalau sudah pandai bersyukur, jatuhpun akan disyukuri.

  31. 31. ndopon 31 Oct 2008 at 9:51 am

    saya bersyukur bisa berkomentar di blog hebat macam masdan.net ini.. wekekek….

    opo maneh ternyata dee wong nggunung..
    sungguh menakjubkan!!!

  32. 32. Chicon 31 Oct 2008 at 10:51 am

    kita ini hanya kadang-kadang lupa untuk bersyukur.. itu saja :)

  33. 33. luqmanon 31 Oct 2008 at 11:08 am

    yah, yang namanya jatuh ato kesandung memang terkadang mangkelno,itu manusiawi, namun “jaga hati” klo kata AA GYM.tp bukan jg berarti kata “alhamdulillaaaaah “harus langsung bisa muncul ketika mendapatkan musibah sebagai ungkapan rasa sukurnya atas nikmat musibah yang Allah berikan.itu butuh proses…,yang penting optimis itu perlu.dan saya kira yang dilakukan bapak tukang bersih2 sudah melambangkan keooptimisan.

  34. 34. choenon 31 Oct 2008 at 11:19 am

    pelajaran yang menarik…thanks

  35. 35. aR_eRoson 31 Oct 2008 at 11:28 am

    orang-orang kita bukannya tidak mau bersyukur. Tapi lupa untuk bersyukur. Dan toh kalau ada yang mengingatkan, pasti malah nyelethuk ‘kalo mau khotbah sono noh di mesjid bukan disini’ gitu kan? yah begini tanda2nya….

    oia masDan, sayah bole ikutan numpang di blogroll gak, tukeran ya. nie blog sayah http://www.ingateros.co.cc

  36. 36. Raffaellon 01 Nov 2008 at 5:26 am

    SUlit itu cuman kata orang yang kemauan nya kurang besar, dan ngga mau ngorbankan waktu

Trackback URI | Comments RSS

Tulis Komentar

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »