Oct 28 2008
Sumpah Pemuda, Sumpah Pocong, dan Sumpah Serapah
Terus Terang, saya merasa menjadi seorang Munafik Besar ketika menulis Tulisan ini. Dalam lubuk hati saya yang terdalam, saya mengutuk , mengejek, mengumpat, tapi saya sendiri ndak tahu siapa yang saya ejek, yang saya umpat, dan yang saya kutuk itu. Mungkin dibalik ketidak tahuan saya, diri saya sendirilah yang sebenarnya terkutuk, terumpat, atau terejek. Sudahlah. Apapun itu, Pasti sobat semua pernah dengar Ikrar ini :
Kami Putra dan Putri Indonesia
Mengaku Berbangsa satu, Bangsa Indonesia,
Kami Putra dan Putri Indonesia
Mengaku Bertumpah darah Satu, Tanah Air Indonesia,
Kami Putra dan Putri Indonesia
Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.
Itulah kata kata yang sekarang dicap sebagai Sumpah Pemuda. Sudah Lama sekali kata kata itu diucapkan, ketika para pemuda dan Pemudi yang berlainan daerah, berlainan suku, berlainan adat, berlainan Bahasa, Mengikrarkan diri mereka menjadi satu, mengikrarkan diri menjadi Indonesia, 80 tahun yang lalu.
Saya jadi berfikir, kenapa ikrar diatas disebut sebagai sumpah. Sebenarnya apakah hakekat dari sumpah itu sendiri, lalu apa bedanya Sumpah Pemuda dengan Sumpah Pocong atau Sumpah Serapah, toh sama sama ada kata Sumpahnya. Jangan Jangan, dalam Konteks Kekinian, ada ikatan erat yang dapat ditarik dari ketiga sumpah Tersebut.
Menurut Putu Wijaya, Sumpah adalah adalah ucapan atau ikrar yang berisi janji, tekad, atau batasan batasan yang apabila dilanggar, ada sanksi spiritual yang Fatal. Oleh Karena itu, Pemuda Pemudi yang telah Bersumpah seperti yang tertulis di atas mau ndak mau harus melaksanakan Sumpahnya karena sudah terikat secara Spiritual dengan sumpah yang diikrarkanya tersebut. Berani bersumpah menjadi satu bangsa ya harus Berani mengakui perbedaan dan membuang jauh jauh Sukuisme serta berani dan mau hidup bersama. Berani Bersumpah satu tumpah darah indonesia, juga harus berani menanggung konsekwensi bela Negara tanpa embel embel jasa, tanpa embel embel Pamrih. Dan Berani bersumpah mengunakan satu bahasa, juga harus mau melestarikan Bahasa yang digunakanya tersebut. Lalu, benarkah Sumpah Sumpah itu sudah ditepati ? .. Dengan Maraknya Tawuran, entah itu Tawuran Pelajar, Tawuran Mahasiswa, Tawuran antar Kampung, ataupun Tawuran antar Perguruan Pencak Silat, Sumpah Sumpah itu hanya Tinggal Kata yang Jauh dari Realita.
Selain itu, ada peristiwa lain yang membuat hati saya ini miris. Waktu Hari Bahasa Kemaren, ada sekelompok Mahasiswa dari Fakultas Sastra, dengan berpanas panasan dan semangat yang meluap luap mengkritik dan Berteriak teriak supaya digalakkan Pemakaian Bahasa Indonesia dengan Baik dan Benar, tapi realitanya, banyak diantara Para Mahasiswa tersebut malah Menggunakan bahasa Yang ndak Baku dalam Keseharianya. What a pity.
Lalu Sumpah Pocong dan Sumpah Serapah. Sumpah Pocong adalah Sumpah yang diambil untuk membuktikan Kebenaran Suatu Hal dengan tata cara, orang yang disumpah diperlakukan seperti perlakuan Orang membungkus Mayat dengan kain kafan. Dalam keadaan ”terkafani”, orang tersebut disumpah dan apabila sumpahnya ternyata ndak benar, orang tersebut ”katanya” akan menjadi Pocong yang sebenar benarnya Pocong. Sedangkan Sumpah Serapah adalah Semacam caci makian, umpatan, Pisuhan, dan lain sebagainya yang dilontarkan seseorang untuk menunjukkan Kekesalan atau kejengkelan hatinya.
Nah. Apakah Pemuda Pemudi Sekarang harus diserapahi dulu, dipisuhi dulu, dijancuki dulu baru mau sadar akan beban tanggungjawab yang dipikulnya akibat konsekwensi Sumpahnya. Ataukah Semuanya harus dipocong dulu baru mau memegang dan merealisasikan sumpahnya itu karena takut kehilangan jiwa yang sangat dicintainya melebihi Cintanya pada Negara.
Wallahu a’lam


Kami Putra dan Putri Indonesia
Mengaku-ngaku Berbangsa satu, Bangsa Indonesia,
Kami Putra dan Putri Indonesia
Mengaku-ngaku Bertumpah darah Satu, Tanah Air Indonesia,
Kami Putra dan Putri Indonesia
Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.
kan yang bersumpah mereka bukan kita saat ini … :D
jadi wajar saja klo da tawuran, krn sumpah itu tidak bisa diwakilkan dengan orang-orang terdahulu, akan kehilangan makna akhirnya :)
dulu mau bersatu dan sadar karena punya musuh bersama
sekarang karena nggak merasa punya musuh bersama ya seperti ini adanya
kadang memang baru bisa dimaknai dan dihayati kalo sumpah itu dilakukan diri sendiri, bukan orang lain. bukan orang lain yang berpurapura mewakili diri sendiri.
btw,
lha kalo sumpah tali pocong perawan?:P
Jaman sekarang banyak orang Indonesia yang tidak bangga terhadap bangsa, tanah air, budaya, dan bahasanya.
Lebih keren dan gaul menurut mereka jika mengikuti budaya luar.
*disini saya berusaha menggunakan bahasa Indonesia yang benar* :D
Saia Putra Indonesia Berjanji akan Mendapatkan Putri Indonesia ataupun Luar Indonesia..!!
sumpah blogger belum ada yah!
wkekekeke!
yah gmana lg mas, perubhanNa drastis bgt.. Yah tinggal bisa-bisaNa kita aja buat jaga diri
yang adasumpah serapah dan sumpah palsu..
sumpah pemuda..kita satu
xixixixi, dijancuki :D
bagaimanapun juga..
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.
mohon adik2 sekalian memaknai sumpah pemudah dengan hikmat, jangan ada perbedaan, kita satu, satu bahasa, satu tanah air, dan satu bahasa, pokonya jangan ada perbedaan, MERDEKA
sekarang sumpah pemuda dah kg di maknai lagi…. mahasiswa aja pada tawuran…
apa ini ada hubungannya dengan pilem tali pocong perawan ? :mrgreen:
semangat ya Mas dalam memaknainya…
salam Waspadalah…
mereka gak ngerasaain, sulitnya berjuang pada saat itu, sekarang mereka malah suka membentuk kelompok sendiri - sendiri, dan memusuhi kelompok lain, jadilah tawuran … pemuda oh pemuda
terkadang, para pemuda mengabaikan kesatuan demi seorang pemudi
jangan sampai lupa kita akan sumpah kita.
tapi klo kita udah tua tuh sumpah masih berlaku ga’ yah!!!
kan namanya sumpah pemuda!!!
hari sumpah orang tua ada ga’ yah atau sumpah anak!!
huehuehuehue
wekz ada yg komeng jangan ada perbedaan, lah emg kita ini diciptakan berbeda beda. tapi bukan untuk mempermasalahkan perbedaan tapi saling mengenal. biarkan aja berbeda nyang penting rukun, kalo ga beda, monoton, mo dikemanakan ituh nyang pada bilang ragam budaya?
baru inget kl hari ini hari SUMPAH PEMUDA, mksh udh mengingatkan. Sampe skg msh ttp jd bangsa indonesia .. hik’s. Anggun C Sasmi itu termasuk menghianati sumpah ya :D
Sekalian aja gini …………..
KAMI POETERA DAN POETERI DJAWA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH DJAWA.
KAMI POETERA DAN POETERI DJAWA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA DJAWA.
KAMI POETERA DAN POETERI DJAWA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA DJAWA.
Hehehehe Lebih extreme kan
selamat hari sumpah pemuda kang…
selamat hari blogger nasiyonal juga..
NASIONALIS … OK
Sumpah Pemuda = Nasionalis…
Sumpah Sehidup Semati = Romantis..
Sumpah Pocong = Hawa iblis..
Haiiaaahhhh… *sotoy mode on*
Yang disumpah siapa ya..?
Sumpah…. ??? Naionalis..?? Indonesianis..?? Agamis..?? mumetisss…??
weh, sumpah deh eike..yakin..sumpah..
wuedan………
kunjungan balik. http://www.dioda.co.nr
hidnari bersumpah jika tidak bisa menepatinya
prihatin sama pemuda Indonesia sekarang…….
Apakah masdan tidak setuju dengan adanya sumpah pemuda tersebut?
Menurut saya sumpah pemuda adalah suatu bentuk kecintaan pemuda indonesia terhadap negaranya.
Kalau dilihat dari keadaan pemuda jaman sekarang memang jauh sekali dengan jaman dulu mas. Itu adalah faktor kesadaran masing-masing pribadi.
Sumpah pemuda? banyak yang berteriak dan banyak pula yang terdiam, bukankah implementasi real dari sumpah pemuda itu lebih indah terngiang ibu terlinga ibu pertiwi.. setuju bro…
sumpah pocong ? ngeriiiii !
semua sumpah disebutin nech?????
bahasa ndak baku?
heuheuehu….
nyindir saya yah?
*GR mode on :D
dulu pemuda bersumpah demi bangsa dan negara,
sekarang pemuda disumpahin bangsa dan negara…
Temen2 smua jangan terbawa panasnya bumi ini, pasti ada hikmah dibalik smua itu. Biasanya sich “Gajah disebrang lebih keliatan dibandingkan dipelupuk mata”…..he…he…jangan tok lek ya memaknainya…OK!!! TETAP SEMANGATT!!!!!!!!!!!!!!!!!!! untuk semuanya
ckaka, dijancuki dulu!! Ckakak…sumpah, kocak abiz!!!
hmm..
** bingung juga mau ngomong apa**
yang pasti sumpah itu harus dimaknai dalam hati n_n
Sumpe lu…. hehehe mampir - mampir
bkin miris hati y, apalagi Qta termasuk kaum muda…
tp, syukurlah Mas adalah salah satu blogger yg kritis trhdp mslah2 ini dan semoga akhirnya Qta dapat belajar demi kemajuan bangsa ini… :)
@masdan: wakakak.. sakno yo, gak enek sing nggawe emoticonmu…
wah, iya bener, harusnya duduk sumpah, tapi ikrar saja… ikrar karo sumpah podho gak ya??
btw, saya sekarang tahu siapakah dirimu sebenarnya!!
dasar tonggone mak sri!!
mase lala
mase mama
tonggone mbak nur kanah
tonggone mas rosyid
huwakakaka…
Wildan Mashari.. Wildan Mashari…
aku ra melu sumpah2an
wild, emoticone ndhi?
lucu2 e.
lak nggawe piye?
terus apa doms bedanya bertanah air dengan tumpah darah
siapakah pemudah itu??????
tlong dijelaskn yang jelas2nya.!!!