Sumpah Pemuda, Sumpah Pocong, dan Sumpah Serapah

Terus Terang, saya merasa menjadi seorang Munafik Besar ketika menulis Tulisan ini. Dalam lubuk hati saya yang terdalam, saya mengutuk , mengejek, mengumpat, tapi saya sendiri ndak tahu siapa yang saya ejek, yang saya umpat, dan yang saya kutuk itu. Mungkin dibalik ketidak tahuan saya, diri saya sendirilah yang sebenarnya terkutuk, terumpat, atau terejek. Sudahlah. Apapun itu, Pasti sobat semua pernah dengar Ikrar ini :

Kami Putra dan Putri Indonesia

Mengaku Berbangsa satu, Bangsa Indonesia,

Kami Putra dan Putri Indonesia

Mengaku Bertumpah darah Satu, Tanah Air Indonesia,

Kami Putra dan Putri Indonesia

Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.

Itulah kata kata yang sekarang dicap sebagai Sumpah Pemuda. Sudah Lama sekali kata kata itu diucapkan, ketika para pemuda dan Pemudi yang berlainan daerah, berlainan suku, berlainan adat, berlainan Bahasa, Mengikrarkan diri mereka menjadi satu, mengikrarkan diri menjadi Indonesia, 80 tahun yang lalu.

Saya jadi berfikir, kenapa ikrar diatas disebut sebagai sumpah. Sebenarnya apakah hakekat dari sumpah itu sendiri, lalu apa bedanya Sumpah Pemuda dengan Sumpah Pocong atau Sumpah Serapah, toh sama sama ada kata Sumpahnya. Jangan Jangan, dalam Konteks Kekinian, ada ikatan erat yang dapat ditarik dari ketiga sumpah Tersebut.

Menurut Putu Wijaya, Sumpah adalah adalah ucapan atau ikrar yang berisi janji, tekad, atau batasan batasan yang apabila dilanggar, ada sanksi spiritual yang Fatal. Oleh Karena itu, Pemuda Pemudi yang telah Bersumpah seperti yang tertulis di atas mau ndak mau harus melaksanakan Sumpahnya karena sudah terikat secara Spiritual dengan sumpah yang diikrarkanya tersebut. Berani bersumpah menjadi satu bangsa ya harus Berani mengakui perbedaan dan membuang jauh jauh Sukuisme serta berani dan mau hidup bersama. Berani Bersumpah satu tumpah darah indonesia, juga harus berani menanggung konsekwensi bela Negara tanpa embel embel jasa, tanpa embel embel Pamrih. Dan Berani bersumpah mengunakan satu bahasa, juga harus mau melestarikan Bahasa yang digunakanya tersebut. Lalu, benarkah Sumpah Sumpah itu sudah ditepati ? .. Dengan Maraknya Tawuran, entah itu Tawuran Pelajar, Tawuran Mahasiswa, Tawuran antar Kampung, ataupun Tawuran antar Perguruan Pencak Silat, Sumpah Sumpah itu hanya Tinggal Kata yang Jauh dari Realita.

Selain itu, ada peristiwa lain yang membuat hati saya ini miris. Waktu Hari Bahasa Kemaren, ada sekelompok Mahasiswa dari Fakultas Sastra, dengan berpanas panasan dan semangat yang meluap luap mengkritik dan Berteriak teriak supaya digalakkan Pemakaian Bahasa Indonesia dengan Baik dan Benar, tapi realitanya, banyak diantara Para Mahasiswa tersebut malah Menggunakan bahasa Yang ndak Baku dalam Keseharianya. What a pity.

Lalu Sumpah Pocong dan Sumpah Serapah. Sumpah Pocong adalah Sumpah yang diambil untuk membuktikan Kebenaran Suatu Hal dengan tata cara, orang yang disumpah diperlakukan seperti perlakuan Orang membungkus Mayat dengan kain kafan. Dalam keadaan ”terkafani”, orang tersebut disumpah dan apabila sumpahnya ternyata ndak benar, orang tersebut ”katanya” akan menjadi Pocong yang sebenar benarnya Pocong. Sedangkan Sumpah Serapah adalah Semacam caci makian, umpatan, Pisuhan, dan lain sebagainya yang dilontarkan seseorang untuk menunjukkan Kekesalan atau kejengkelan hatinya.

Nah. Apakah Pemuda Pemudi Sekarang harus diserapahi dulu, dipisuhi dulu, dijancuki dulu baru mau sadar akan beban tanggungjawab yang dipikulnya akibat konsekwensi Sumpahnya. Ataukah Semuanya harus dipocong dulu baru mau memegang dan merealisasikan sumpahnya itu karena takut kehilangan jiwa yang sangat dicintainya melebihi Cintanya pada Negara.

Wallahu a’lam

Kategori: Omongan Ngawur

44 Komentar di “Sumpah Pemuda, Sumpah Pocong, dan Sumpah Serapah”

  1. 1. Pemudion 28 Oct 2008 at 7:38 am

    Kami Putra dan Putri Indonesia

    Mengaku-ngaku Berbangsa satu, Bangsa Indonesia,

    Kami Putra dan Putri Indonesia

    Mengaku-ngaku Bertumpah darah Satu, Tanah Air Indonesia,

    Kami Putra dan Putri Indonesia

    Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.

  2. 2. afwan auliyaron 28 Oct 2008 at 7:43 am

    kan yang bersumpah mereka bukan kita saat ini … :D
    jadi wajar saja klo da tawuran, krn sumpah itu tidak bisa diwakilkan dengan orang-orang terdahulu, akan kehilangan makna akhirnya :)

  3. 3. suwungon 28 Oct 2008 at 8:34 am

    dulu mau bersatu dan sadar karena punya musuh bersama

    sekarang karena nggak merasa punya musuh bersama ya seperti ini adanya

  4. 4. sekelebatsenjaon 28 Oct 2008 at 8:34 am

    kadang memang baru bisa dimaknai dan dihayati kalo sumpah itu dilakukan diri sendiri, bukan orang lain. bukan orang lain yang berpurapura mewakili diri sendiri.

    btw,
    lha kalo sumpah tali pocong perawan?:P

  5. 5. Lalaon 28 Oct 2008 at 8:56 am

    Jaman sekarang banyak orang Indonesia yang tidak bangga terhadap bangsa, tanah air, budaya, dan bahasanya.
    Lebih keren dan gaul menurut mereka jika mengikuti budaya luar.

    *disini saya berusaha menggunakan bahasa Indonesia yang benar* :D

  6. 6. gajah_pesingon 28 Oct 2008 at 9:04 am

    Saia Putra Indonesia Berjanji akan Mendapatkan Putri Indonesia ataupun Luar Indonesia..!!

  7. 7. trendyon 28 Oct 2008 at 9:40 am

    sumpah blogger belum ada yah!
    wkekekeke!

  8. 8. badoeron 28 Oct 2008 at 10:27 am

    yah gmana lg mas, perubhanNa drastis bgt.. Yah tinggal bisa-bisaNa kita aja buat jaga diri

  9. 9. thevemoon 28 Oct 2008 at 10:43 am

    yang adasumpah serapah dan sumpah palsu..

    sumpah pemuda..kita satu

  10. 10. Pandaon 28 Oct 2008 at 12:30 pm

    xixixixi, dijancuki :D

    bagaimanapun juga..

    KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.

    KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

    KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.

  11. 11. iwanon 28 Oct 2008 at 12:33 pm

    mohon adik2 sekalian memaknai sumpah pemudah dengan hikmat, jangan ada perbedaan, kita satu, satu bahasa, satu tanah air, dan satu bahasa, pokonya jangan ada perbedaan, MERDEKA

  12. 12. ahaon 28 Oct 2008 at 12:54 pm

    sekarang sumpah pemuda dah kg di maknai lagi…. mahasiswa aja pada tawuran…

  13. 13. easyon 28 Oct 2008 at 1:25 pm

    apa ini ada hubungannya dengan pilem tali pocong perawan ? :mrgreen:

  14. 14. Napion 28 Oct 2008 at 1:44 pm

    semangat ya Mas dalam memaknainya…
    salam Waspadalah…

  15. 15. adinataon 28 Oct 2008 at 2:28 pm

    mereka gak ngerasaain, sulitnya berjuang pada saat itu, sekarang mereka malah suka membentuk kelompok sendiri - sendiri, dan memusuhi kelompok lain, jadilah tawuran … pemuda oh pemuda

  16. 16. dije kesasaron 28 Oct 2008 at 2:30 pm

    terkadang, para pemuda mengabaikan kesatuan demi seorang pemudi

  17. 17. budion 28 Oct 2008 at 2:57 pm

    jangan sampai lupa kita akan sumpah kita.

    tapi klo kita udah tua tuh sumpah masih berlaku ga’ yah!!!

    kan namanya sumpah pemuda!!!

    hari sumpah orang tua ada ga’ yah atau sumpah anak!!

    huehuehuehue

  18. 18. Cebong Ipieton 28 Oct 2008 at 3:28 pm

    wekz ada yg komeng jangan ada perbedaan, lah emg kita ini diciptakan berbeda beda. tapi bukan untuk mempermasalahkan perbedaan tapi saling mengenal. biarkan aja berbeda nyang penting rukun, kalo ga beda, monoton, mo dikemanakan ituh nyang pada bilang ragam budaya?

  19. 19. norjikon 28 Oct 2008 at 3:35 pm

    baru inget kl hari ini hari SUMPAH PEMUDA, mksh udh mengingatkan. Sampe skg msh ttp jd bangsa indonesia .. hik’s. Anggun C Sasmi itu termasuk menghianati sumpah ya :D

  20. 20. Yogion 28 Oct 2008 at 5:43 pm

    Sekalian aja gini …………..

    KAMI POETERA DAN POETERI DJAWA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH DJAWA.

    KAMI POETERA DAN POETERI DJAWA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA DJAWA.

    KAMI POETERA DAN POETERI DJAWA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA DJAWA.

    Hehehehe Lebih extreme kan

  21. 21. galihyonkon 28 Oct 2008 at 9:52 pm

    selamat hari sumpah pemuda kang…

    selamat hari blogger nasiyonal juga..

  22. 22. dikmaon 28 Oct 2008 at 11:48 pm

    NASIONALIS … OK

  23. 23. Didien®on 29 Oct 2008 at 4:27 am

    Sumpah Pemuda = Nasionalis…
    Sumpah Sehidup Semati = Romantis..
    Sumpah Pocong = Hawa iblis..
    Haiiaaahhhh… *sotoy mode on*

  24. 24. Daiichion 29 Oct 2008 at 4:43 am

    Yang disumpah siapa ya..?

  25. 25. Catatan muslimon 29 Oct 2008 at 5:05 am

    Sumpah…. ??? Naionalis..?? Indonesianis..?? Agamis..?? mumetisss…??

  26. 26. sekelebatsenjaon 29 Oct 2008 at 5:55 am

    weh, sumpah deh eike..yakin..sumpah..

  27. 27. diodon 29 Oct 2008 at 6:45 am

    wuedan………

    kunjungan balik. http://www.dioda.co.nr

  28. 28. Anangon 29 Oct 2008 at 8:38 am

    hidnari bersumpah jika tidak bisa menepatinya

  29. 29. masDanon 29 Oct 2008 at 8:53 am

    :argh::ampun::begadang::bosen::capek::hi::hiks::kagum::kenyang::keren::mabok::malu::ngamuk::marah:
    :mentok::nyerah::cool::muntah::naksir::nangis::ngakak::ketawa::ngayal::ngudut::ngupil::sakit::dingin:
    :tolong::wow:

  30. 30. yusdion 29 Oct 2008 at 9:50 am

    prihatin sama pemuda Indonesia sekarang…….

  31. 31. Apingon 29 Oct 2008 at 10:19 am

    Apakah masdan tidak setuju dengan adanya sumpah pemuda tersebut?
    Menurut saya sumpah pemuda adalah suatu bentuk kecintaan pemuda indonesia terhadap negaranya.
    Kalau dilihat dari keadaan pemuda jaman sekarang memang jauh sekali dengan jaman dulu mas. Itu adalah faktor kesadaran masing-masing pribadi.

  32. 32. Masenchipzon 29 Oct 2008 at 10:39 am

    Sumpah pemuda? banyak yang berteriak dan banyak pula yang terdiam, bukankah implementasi real dari sumpah pemuda itu lebih indah terngiang ibu terlinga ibu pertiwi.. setuju bro…

  33. 33. Elys Welton 29 Oct 2008 at 12:56 pm

    sumpah pocong ? ngeriiiii !

  34. 34. Myryanion 29 Oct 2008 at 3:17 pm

    semua sumpah disebutin nech?????

  35. 35. wennyauliaon 29 Oct 2008 at 5:40 pm

    bahasa ndak baku?
    heuheuehu….
    nyindir saya yah?
    *GR mode on :D

  36. 36. ciwiron 29 Oct 2008 at 5:59 pm

    dulu pemuda bersumpah demi bangsa dan negara,
    sekarang pemuda disumpahin bangsa dan negara…

  37. 37. susion 29 Oct 2008 at 11:59 pm

    Temen2 smua jangan terbawa panasnya bumi ini, pasti ada hikmah dibalik smua itu. Biasanya sich “Gajah disebrang lebih keliatan dibandingkan dipelupuk mata”…..he…he…jangan tok lek ya memaknainya…OK!!! TETAP SEMANGATT!!!!!!!!!!!!!!!!!!! untuk semuanya

  38. 38. sheion 30 Oct 2008 at 12:32 am

    ckaka, dijancuki dulu!! Ckakak…sumpah, kocak abiz!!!
    hmm..
    ** bingung juga mau ngomong apa**
    yang pasti sumpah itu harus dimaknai dalam hati n_n

  39. 39. Dhani Aristyawanon 30 Oct 2008 at 1:56 am

    Sumpe lu…. hehehe mampir - mampir

  40. 40. Sarahon 31 Oct 2008 at 4:15 am

    bkin miris hati y, apalagi Qta termasuk kaum muda…
    tp, syukurlah Mas adalah salah satu blogger yg kritis trhdp mslah2 ini dan semoga akhirnya Qta dapat belajar demi kemajuan bangsa ini… :)

  41. 41. ndopon 31 Oct 2008 at 9:48 am

    @masdan: wakakak.. sakno yo, gak enek sing nggawe emoticonmu…

    wah, iya bener, harusnya duduk sumpah, tapi ikrar saja… ikrar karo sumpah podho gak ya??

    btw, saya sekarang tahu siapakah dirimu sebenarnya!!

    dasar tonggone mak sri!!
    mase lala
    mase mama
    tonggone mbak nur kanah
    tonggone mas rosyid

    huwakakaka…

    Wildan Mashari.. Wildan Mashari…

  42. 42. FaDeLon 01 Nov 2008 at 5:22 am

    aku ra melu sumpah2an

    wild, emoticone ndhi?
    lucu2 e.
    lak nggawe piye?

  43. 43. thathaon 15 Mar 2009 at 4:34 am

    terus apa doms bedanya bertanah air dengan tumpah darah

  44. 44. marnhyon 31 Oct 2009 at 8:04 am

    siapakah pemudah itu??????
    tlong dijelaskn yang jelas2nya.!!!

Trackback URI | Comments RSS

Tulis Komentar

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »

:hi: :ngamuk: :keren: :ngudut: :ngayal: :haa: :woi: more »