<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Dluang, Seminar Wah &#8230;</title>
	<atom:link href="http://masdan.net/archives/263/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://masdan.net/archives/263</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 14:36:49 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: Tedi Permadi</title>
		<link>http://masdan.net/archives/263#comment-2191</link>
		<dc:creator>Tedi Permadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 05:12:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://masdan.net/?p=263#comment-2191</guid>
		<description>Tentang Daluang... 

Salut untuk Kang Mufid Sururi yang setia menggeluti pembuatan daluang karena itu adalah kertas tradisional Indonesia...

Untuk Kang Deni Rahadian, giatkan kembali pembuatan daluangnya.. Terlebih di Bandung sudah ada kebunnya...

Siapa lagi yang mau ikut melestarikan teknologi tradisional kita sebelum diklaim bangsa lain? Saya siap sharing pengalaman tentang ini...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tentang Daluang&#8230; </p>
<p>Salut untuk Kang Mufid Sururi yang setia menggeluti pembuatan daluang karena itu adalah kertas tradisional Indonesia&#8230;</p>
<p>Untuk Kang Deni Rahadian, giatkan kembali pembuatan daluangnya.. Terlebih di Bandung sudah ada kebunnya&#8230;</p>
<p>Siapa lagi yang mau ikut melestarikan teknologi tradisional kita sebelum diklaim bangsa lain? Saya siap sharing pengalaman tentang ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
