Oct 24 2008
Dluang, Seminar Wah …
Kebayang Nggak, hanya untuk sebuah Dluang ( Druang ) atau Kertas, diadakanlah Seminar yang menurut saya Cukup wah. Buat apa Coba ?. Daripada Ngomongin, membahas, atau menyeminarkan sebuah Kertas, lebih baik kita bantu Sri Mulyani yang Sudah Cukup Pusing Dengan Anjloknya IHSG, atau Kita Tolong Pak Hendarman Supanji dan Antasari Azhar buat memberantas Korupsi yang Semakin Mengakar Dalam Sekali di Benak Sebagian Warga Negara Indonesia. Itulah cuplikan Pikiran awal saya Ketika Mengikuti Seminar yang Bertajuk Reborn Indonesiaku dalam Rangka Peringatan 80 Tahun Sumpah Pemuda di Auditorium Gedung IV FIB UI yang Mengambil tema Dluang dan Kearifan Lokal .
Akan Tetapi setelah mengikuti Jalanya Seminar ini selama sepersekian Jam, akhirnya saya mendapat Pencerahan. Pembicaranya yang Terdiri dari Pakar Biologi, Filsafat, Seni, Filologi, Pakar Biologi diwakili Oleh Ibu Ariyanti Oetari dari Team Indigenous Studies Universitas Indonesia, Filsafatnya diwakili Oleh Doni Garhal ( Pengajar Filsafat UI - Suami Rieke Dyah Pitaloka ), Pakar Seni oleh Kang Mufids Sururi, dan Filolognya Ibu Tamara A. Susetyo begitu anggunya meramu kata kata sehingga luluhlah ego saya. Apalagi Seminar ini diModeratori Mas Fadjroel Rahman Seorang Calon Presiden Insya Allah, sehingga mempengaruhi Juga jalanya seminar dan tema seminar ini.
Foto Kertas Dluang
Ibu Aryanti sebagai Pembicara Pertama Menjelaskan Tentang Tanaman bahan baku Dluang ini, yaitu Broussonetia papyrifera Vent, atau Saeh. Eh Lupa, Dluang yang menjadi Obyek Seminar ini adalah Semacam Kertas Yang Dahulu digunakan Orang Untuk Menulis Manuskrip Kuno. Ibu Tamara kemudian melanjutkan dengan menjelaskan Manfaat Dluang yang dipake Menulis Manuskrip Kuno itu dalam mempengaruhi Kekuatan dan daya Tahan Manuskrip sampai Ratusan Tahun.
Suasana Jalanya Seminar
Kang Mufids sebagai aktor utama seminar ini menjelaskan tentang Usahanya menyelamatkan Eksistensi Kertas Dluang di Indonesia, mulai dari pengalaman Awal beliau sampai Sekarang. Kang Mufids ini juga memberi Contoh Bagaimana Mengolah Tanaman saeh hingga Menjadi Kertas Dluang.
Terakhir, Mas Doni, dengan Bahasa yang Filosofis menjelaskan Peran Dluang dalam Menumbuhkan Nasionalisme Bangsa, selain itu beliau Juga Menjelaskan arti dluang dikaitkan dengan masalah Hukum, politik Luar Negeri, Intelejen, dan Lain Lain. Mengomentari Penampilan Mas Mufids, Mas Doni Memberinya Julukan nasionalis Tanpa Teriak Merdeka, Nasionalis Yang Berjuang Dalam kesendirian.
dari kiri ke kanan
Ibu Ariyanti, Kang Mufids, Ibu Tamara. Kang Mufids dan masDan.
masDan dan Fadjroel rahman.
Karena Mengikuti Seminar itu, saya Baru Mengetahui betapa pentingnya Dluang tersebut. Selain Dluang sudah terbukti dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama untuk mendokumentasikan sebuah Tulisan, entah itu karya sastra atau kitab keagamaan, dluang juga merupakan kekayaan kultural aseli bangsa Indonesia yang patut dan wajib untuk dilestarikan.
Acara : Seminar Dluang
Tempat : Auditorium Gedung IV FIB UI
Waktu : Hari Kamis, 23 Oktober 2008 Jam 15.00 - 17.30 WIB








wa….kok pertamax…?
kok gak undang-undang aku to yo…?
hatrick
@ gajah_pesing : Wah Selamat Selamat …

saat ini kok gw blom ngerasa penting banget ya… he..he.. masih cuek2 ajah… he..he… btw tuh kompak amat narsisnya ya…wekekekeek
pissssssss… btw nice postingan… siip dah…
Sip… Sip.. sip.. mas Dan…
:mrgreen:
Pertama2 di situasi sulit ini ndak usah kita yg namanya menghujat dan slg menyalahkan.Ndak perlu itu demo demo merasa pling nasionalis, *saya merasa pling geulis* Mbok ya diri sdri aj..mbikin apa gtu.klo ndak mbikin ndak bisa apa2, mbok yg jangan nyusahin…Asli OOT.
lah iya dluang kan boso jowo
@ Masenchipz : Kompak Dong .. Sekali Kali Narsis Ndak Papa

@ galihyonk : Sip Juga
@ Bakul Kertas : Omong Opo Tho Mbak Bong Mbak Bong ..

kertas dluang itu opo to? Masih belum ngerti kegunaannya. Seminat ini berkaitan dengan dengan hermat kertas ya? Walah makin ngaco. hihi
sepakat dengan dondanang
druang ma dluang ? sama khan tuh ? :d
wew aku belon pernah ikutan seminar.. seru ga mas ??
paling males ikutan seminar!
tapi kalo banyak cewek2nya langsung semangat lagi!
wkekekekek!
liat jaket kuning….jadi inget almamater neh…
wowoow resmi bangget
Huahhh.. kalo ada lagi, aku ikut boleh ga??
:D
baca komenny, malah jadi bingung nih :(
@ dondanang : Dluang = Druang = Kertas Lawas = Kuno
@ norjik : sama Mas …
@ ianhobbitz : Seru Dong
@ trendy : Saya Paling Semangat Ikutan Seminar .. Banyak Jajan + Kenalan
@ suamimalas : Almamaterku setia Berjasa, Universitas Indonesia …
@ Ronggo : Resmi Sekali ….
@ edwin : Boleh, Dateng aja Kesini ……
saya Juga Bingung Baca Komen komennya 
wow, kok jaman saiki jik nggawe kertas to pak lik.. khan wis enek sing dijital..??
sudah lama ga nyentuh kertas :D
Mas Dan, kalau memang berminat mendalami kertas daluang & pohon saeh, silahkan kontak nara sumber/guru mas mifds. Tedi Permadi (08122168580).Kami Kelompok bungawari yang diketuai oleh Tedi Permadi, berjuang dari merekonstruksi kembali budaya kertas tradisional ini dari awal, dengan langkah awal pencarian tanaman saeh tersebut (karena pohonnya hampir punah dan budaya pembuatannya sudah terhenti). lebih lanjut silahkan Mas Dan search di google (daluang atau Bungawari). Wass…
waduh ada ibu Ariyanti Oetari…pembimbing gw.
resume seminarnya gak ditampilkan, mas?
penasaran.