Oct 22 2008
Didis
Didis Bukanlah Nama atau Panggilan Seseorang. Didis adalah salah satu kosakata dalam bahasa jawa yang kalau diartikan secara bebas kedalam bahasa Indonesia berarti Pencarian Kutu di kepala yang dilakukan sendiri tanpa minta bantuan orang lain. Kalau Kegiatan ini dilakukan dengan meminta bantuan orang, dinamakan “Petan”. Jadi antara Didis dan Petan mempunyai Perbedaan dari sisi Subyektivitasnya. Dalam tata Bahasa, Didis Menempati Singgasana kata Benda, Sedangkan Bentuk Kerja dari Didis adalah Ndidisi.
Ndidisi sendiri merupakan salah satu kerjaan yang ndak Penting dan hanya menghambur hamburkan waktu. Oleh karena itu, Jarang ada manusia yang berkepentingan dengan Proyek ini, Hanya Orang orang yang Suka Bergelimang dengan Kekotoran dan Jarang Keramas yang Melakukanya. Akan Tetapi dibalik ketidakpentinganya ini, Masalah Didis pernah Memuyengkan Seluruh Rakyat Kerajaan Nganjukjokarto Hadiningrat. Tapi, Jangan Berpikiran kalo Rakyat Nganjukjokarto Hadiningrat ini Kotor semua, ndak Pernah Kramas dan Suka “Ngingu” Kutu di Kepala. Bukan Itu ..
Begini Critanya . Alkisah Raja Nganjukjokarto Hadiningrat, yaitu Sri Sultan Hanggendongnegoro I yang akan Lengser Keprabon dan Madheg Pandito berencana mengangkat Putra mahkotanya yang bernama Raden Mas Lanjaran sebagai Penggantinya. Akan tetapi Sebelum diresmikan sebagai Raja Baru, Raden Mas Lanjaran diperintahkan agar Didis Menghilangkan Kutu Kutu yang ada di kepalanya, karena Semua Rakyat di Seluruh Wilayah Kerajaan Nganjukjokarto Hadiningrat yang membentang dari Lereng Gunung Wilis Sampai Lembah Kali Brantas, sudah tahu akan Penyakit Kutunya Raden Mas Lanjaran tersebut.
Sebenarnya, kalau hanya mengenyahkan yang namanya Kutu dari Peredaranya di Jagat Raya ini ndak Terlalu Sulit, tinggal menyuruh salah satu Abdi Dalem atau Garwo Prameswari Untuk “Metani” itu saja sudah Cukup, dijamin si kutu tidak akan Menampakkan dirinya lagi. Tapi Perintah dari Sultan Hanggendongnegoro adalah Didis, bukan Petan. Inilah susahnya. Bagi Orang yang Metani, jelas dia akan tahu dimana posisi si Kutu Rambut, karena dia langsung bisa melihat karakteristik dan topografi Kepala serta rambut Orang yang di Petani, sehingga Dia Bisa Tahu te,pat dimana si Kutu Rambut Sembunyi. Tapi kalau Orang Didis, Dia Hanya “Grayah Grayah” Kepala ndak tentu kemana Arah Yang akan dia Tuju, yang Bermain disini adalah Perasaanya, hal ini berbeda dengan orang yang metani yang lebih mengandalkan penglihatanya.
Masalah ini diperparah lagi karena si Kutu yang Tinggal di Kepala Raden Mas Lanjaran ini agak sakti dan dia sudah sangat betah sekali tinggal di Kepala Raden Mas Lanjaran, dia akan melakukan apa saja untuk bisa tetap tinggal dan menyedot darah biru sang Pangeran, bahkan dengan Bergerilya Mempertaruhkan Nyawanya.
Sudah banyak cara dilakukan oleh Pangeran ini, saran para Penasehat Kerajaan dan Hasil Wangsit Yang didapatnya sudah dia Coba. Tapi Didis sang Pangeran Belum berhasil, si Kutu tetap bersuka Ria Minum darah dan Beranak Pinak. Padahal Sri Sultan Sudah sangat Tua, dan Rakyat Sudah sangat lelah menanti Pemimpin Barunya.
Begitu Susahnyakah Didis Itu ???
note : Plis, Read Between The Lines !


didis kae omahne neng RT piro?
pas aku SD, hobiku nek nang sekolahan *panggon ngguri dewe* mesti didis. biyasane nek entuk tumo guwedi aku langsung sumringah!!
nek cumak entuk liso, yo tak pletesi tok wae… enak ngrungokne suworo “pletes” e..
waaaaakkS!!
Aku ora tau tumonen, huehehehe, taune cuman ketombe…
@ gajah_pesing : RT Lima RW Tiga, Sepuluh Nomor Rumahnya, Jalannya, Jalan Cinta …
@ ndop : Pancen Manteb Pas Mlites Tes Kuwi …
@ Ongki : Lebih Parah Ketombean …
wah, kayaknya org2 yg komen disini, pk bhs jawa y? Hehe…aQ g tahu bhs jawa nich…well, psotingannya bisa bkn aQ nambah ilmu nich..makasih y. :)
Kriuk..kriuk..krauss..kraus..
Lumayan dapat kosa kata baru….
hm,,, no koment aja deh salam kenal…
menyimak dengan seksama pelajaran yg di berikan heuheu
didis ma petan
sekarang kuro dah tau bedanya horeeeeeeeee
haihiahiaha
wah pake bahasa jawa semua nih
aku harus baca dulu semua ah baru aku kasih koment
maaf jika isi pesan berikut mengganggu aktivitas kamu.. apa kamu mau blog kamu terkenal?aku cuma mau kasih tau aja, ada sebuah situs social bookmarking yang berisi kumpulan berita-berita menarik yang paling update diseluruh indonesia,dan memang situs ini berbasis bahasa indonesia… klo nggak keberatan tolong cek situs ini yah.. semoga bermanfaat..
http://www.lintasberita.com/Hiburan/Bagaimana_cara_meletakkan_blog_anda_di_posisi_nomor_satu_1_Google
coba di share aja semua tulisan km di situs itu ,mudah2an bisa membantu naikkan traffic blog ini ,keep up the good post ok.. btw.. ever thought bout adding lintasberita’s widget?? cek disini aja yah
>>> http://www.lintasberita.com/tools.php
thanks…. sory klo keliatannya spamming.. but seriously… im just helping you out here
baru tau kalo kutu ngisep darah juga :D
wekekeke ternyata begitu ya awalnya petan di galakan pertama kale.
@ Sarah : Sama Sama …
@ Babon tumo kor lingso : Pas, Cebong maem Tumo ..
@ qizink : Tambah terus …
@ kuro :
.. ck ck ck
@ yudhi14 : Ayuh Baca Dulu Semua ..
@ Lala : Dulu sih Ngisep Es Doger, setelah sakit Pilek Ganti Ngisep darah ..
@ yokeiju : Iya Jee …
:D weh, dapet info menarik tentang sejarah pembunuhan nenek moyangku. hehe
@ kutu : Perang antara Raden Mas Lanjaran Sama Kutu Masih Berlanjut Hingga Kini, Dukung yang Mana … i vote RM Lanjaran ..

Orang yang sering metani kutu, biasanya bakat menjadi programmer lho, soalnya kan butuh kesabaran.
@ Edi Psw : bener juga Pak …..

nama lengkapnya itu didis tralala ya ? :mrgreen:
didis?
baru tw ni kalo artinya gitu..
wak….